Parenting


Halaman Parenting ini membincang pokok bahasan tentang orangtua (parent) dalam kaitan peran dan fungsinya sebagai pengasuh – pengasih – pengasah juga pendamping dan pendidik putra-putri. Sebuah misi penyiapan generasi yang amat adi luhung dan tak bisa dipandang ringan.

Sebenarnya istilah “parenting” kurang meng-Indonesia, tetapi “terpaksa” digunakan karena untuk mempermudah penangkapan dan pencarian. Terlanjur populer sih… 🙂

Bolehlah kita sepakati aja bahwa yang dimaksud “parenting” adalah “menjadi orangtua”. Istilah “menjadi” pun memiliki makna yang dalam dengan lingkup yang luas. Ada ‘proses’, yakni ketika seseorang menempuh suatu upaya lahir batin untuk bisa bertindak menjadi ‘orangtua’. Dan predikat ‘orangtua’ pun tidaklah sama dengan ‘orang yang sudah tua’. Faktanya, banyak orang (yang telah berusia) tua namun tak tampak seperti ‘orangtua’. Benar? Nah, begitulah. Kita semua telah mafhum tentang makna sebuah kata yang tampak sederhana, “orangtua”. Ternyata tak sederhana. Kedua, “menjadi” (orangtua), memiliki makna ‘berkeputusan’ untuk  ‘bertindak selaku’. Ada serangkaian konsekuensi. Dan seterusnya, boleh kita menambahi sendiri menurut keyakinan masing-masing hehe… 🙂 Keyakinan maksudnya ya anggapan, nilai-nilai yang dianut, untuk memaknai kata “menjadi orangtua” (parenting).

Mengingat banyaknya cakupan ‘apa-apa yang dilakukan oleh orangtua’ dalam konteks ‘parenting’ ini, maka diskusi ‘parenting’ ini dimulai dari pesan-pesan Kahlil Gibran dalam karyanya “Anakmu Bukan Anakmu”.

Mengapa? Ini untuk mengawali, dan membuka perbincangan bahwa ‘menjadi orangtua’ adalah untuk ‘mengantarkan anak-anaknya ke pintu gerbang kemerdekaan…’. Betul?

Nah, sebelum lebih lanjut kita membincang ‘parenting’ dengan sekian banyak cakupan bahasan tentang anak,  kita bersepakat dulu tentang ‘eksistensi dasar’ orangtua dalam kaitan dengan putra-putrinya: sebagai apa sang orangtua ini… Sebagai pengantar ke gerbang kemerdekaan? Sebagai pengatur hidup? Atau… Okay, kita diskusikan ya..

Halaman Parenting ini berisi tulisan-tulisan yang terinspirasi dari diskusi-diskusi di forum orangtua.

Kita mulai dulu dari “Anakmu Bukan Anakmu”-nya Mbah Kahlil Gibran ya….

Setelah kita membahas karya Gibran tersebut, nanti kita lanjutkan diskusinya.

 

 

Iklan