Belajar Berbasis Manajemen Otak


MiracleLearning secara praktik dijalankan menurut prinsip“belajar berbasis manajemen otak”. Materi pembelajaran MiracleLearning didesain untuk pembelajaran secara menyeluruh (holistic learning) yang diperkuat dengan kecerdasan bawah sadar, untuk mengoptimalkan potensi anak sehingga anak mampu mendayagunakan potensi otaknya secara optimal dan enjoy serta suka belajar:

Aplikasi “MiracleLearning dilakukan dengan 5 langkah efektif: *)

1. Menghancurkan mental block penghalang belajar.

2. Memperkuat “Energi Belajar”.

3. Aktivasi Subconscious Mind Competence (Kecerdasan Bawah Sadar, atau populer dengan sebutan “aktivasi otak tengah”).

4. Penerapan metode dengan kurikulum khusus MiracleLearning.

5. MBS (Mind – Body – Soul) Maintenance.

Manfaat:

1. Mengatasi kesulitan & hambatan belajar yang disebabkan oleh faktor emosi/ psikis, termasuk sulit/ malu bicara/ bertanya, kurang/ tidak PD, malas, dsb.

2. Lebih memiliki semangat dalam belajar karena lebih memiliki dan memahami arah dan desain belajar.

3. Memperkuat ingatan (memori jangka pendek & jangka panjang).

4. Mempertajam kemampuan berpikir dan intuisi.

5. Melipatgandakan kemampuan penyerapan informasi LISAN & TULISAN.

6. Mengoptimalkan SOFT SKILLS.

7. Menumbuhkembangkan Emotion, Spiritual, Heart & Loving Intelligent.

8. Hemat energi dalam belajar: belajar tidak gampang capek (tidak mem-forsir pikiran), cepat paham/ masuk, tidak terbebani, selalu segar/ fresh sehingga masih sangat memungkinkan melakukan kegiatan-kegiatan lain.

*) Ketentuan & Syarat (Dasar) Berlaku:
  • Memahami bahwa belajar sebagai proses pemberdayaan diri (pikiran & tindakan: “cipta-rasa-karsa”) menuju lebih baik, BUKAN sebatas keterampilan “menjawab soal ujian & mendapat nilai bagus” saja (ini bukan tujuan belajar, tetapi hanya efek samping).
  • Memahami bahwa kecerdasan itu dipunyai oleh setiap manusia dan unik (berbeda pada tiap-tiap individu).
  • Memahami TUJUAN BELAJAR dalam hidupnya.

Catatan: Jika belum memiliki ketiga syarat dasar di atas, harus bersedia menjalani “program khusus pemahaman dasar” sebelum memutuskan mengikuti program ini. Peserta dibimbing satu demi satu sesuai dengan kondisi dan perkembangan masing-masing.

Catatan: Program MiracleLearning, pada tahun 2011 disebut “MiracleBrain”. MiracleLearning (versi updated) memiliki cakupan dan target belajar yang jauh lebih mendasar daripada MiracleBrain.

Kemampuan anak dalam video ini didapat setelah “aktivasi otak tengah” 1 hari (lama aktivasi sekitar 15 – 30 menit), dan kemampuan ini bukanlah tujuan dari MiracleLearning, tetapi “hanyalah” indikator (untuk mengetahui) telah bekerjanya “kecerdasan dalam”. Kemampuan yang tampak dalam video ini merupakan awal dari pembelajaran MiracleLearning.

Model pembelajaran MiracleLearning: teori – praktik, berlatih, brain storming, simulasi, role play, self exercising, psiko-terapi, baik secara perorangan maupun kelompok. Ada beberapa teknik yang harus dilakukan secara personal dan ada pula yang memerlukan kelompok (small group) sebagai sarana pembelajaran.

Refleksi & Evaluasi-lah Cara Belajar selama ini !

Beberapa “kesalahan yang tak disengaja” terjadi pada praktik pendidikan kita :

1. Anak-anak (murid) tidak dibekali dengan “skenario rancangan pembelajaran” (learning design) dengan men-set tujuan pembelajarannya sehingga anak bisa paham benar mengapa ia harus melakukan ini itu. Selama ini para murid melakukan aneka kegiatan yang tidak terstruktur dalam integrasi setting tujuan belajar dan tujuan hidupnya. Hasilnya: masih bingung tentang apa yang dicapainya (bagi yang merasa mencapainya) dan terutama setelah lulus. Aneka ilmu yang didapatnya selama studi mengendap sebagai “peristiwa tunggal” dalam memorinya dan tidak memanifestasi dalam jalur tujuan belajar dan rajutan cita-citanya. Ketiadaan NARASI BESAR dalam skenario besar belajarnya ini mempengaruhi persepsi, sikap dan motivasi serta semangat belajarnya. Lebih lanjut, ia akan menjalani hari-hari sekolah dan belajarnya “hanya” sebagai ritual rutin tanpa paham mengapa ia harus begitu. Selama ini muncul anggapan dan terlanjur diyakini dan digunakan sebagai pakem belajar, bahwa “skenario belajar”, setting belajar, rencana pembelajaran hanya milik guru. Murid (apalagi ortu) terjauhkan dari setting-an rencana pembelajaran ini.

Metode MiracleLearning™ ini tidak “mengintervensi” rancangan pembelajaran secara teknis yang menjadi acuan studi murid, tetapi membantu memberikan penguatan mendasar pada peserta agar mereka merencanakan sendiri setting-an belajar dan tujuan belajarnya. Setting-an ini amat berguna bagi pembelajaran pada masa sekarang dan yang akan datang (masa depan). Panduan pikiran untuk settingan ini disamping dirancang khusus, juga berefek secara langsung karena melibatkan unsur otak kiri – otak kanan – kecerdasan majemuk – insting – kecerdasan bawah sadar (yang telah diaktifkan terlebih dahulu) – “kebijakan & kesadaran yang lebih tinggi” (yang juga telah diaktifkan terlebih dulu) atau dengan istilah lain “segenap cipta – rasa – karsa” manusia. Settingan pembelajaran sepenuh jiwa raga (melibatkan MIND – BODY – SOUL) amat powerful untuk mengantarkan seorang pembelajar untuk mengenali potensi dirinya, memberdayakannya secara mandiri dan mengoptimalkannya untuk masa depannya.  Masa depan bisa dirancang pada masa sekarang !

2. Ketiadaan skenario belajar pada anak murid juga berpengaruh kepada orangtua. Dalam kondisi umum, orangtua cenderung memberikan “setting-an” belajar kepada anak lebih bernuansa “paksaan” (dengan alasan apapun) dan tak jarang kurang memperhatikan modalitas pribadi sang anak. Modalitas pribadi itu berkaitan dengan situasi dan kondisi emosi dan psikis anak, gaya belajar, penangkapan inderawi yang dominan (anak lebih cenderung bergaya visual, pendengaran atau kinetik atau gerak), passion atau klik-nya emosi anak terhadap bidang tertentu, atau keminatan alamiah anak.

Dalam hal melakukan setting-an atau desain pembelajaran efektif bagi anak, settingan ortu juga sebaiknya match (nyambung) dengan settingan masa depan anak berikut potensi dan passion atau keminatan alamiah-nya. Sebaiknya dirancang bersama terlebih dahulu.  Metode MiracleLearning ini membantu memperkuat rencana tersebut dengan teknik-teknik khusus.

(Catatan: ortu bisa men-skenario desain belajar bagi anak tanpa membuat anak merasa di-setting atau diarahkan bahkan merasa dipaksa, sehingga ketika anak telah dewasa dan ingin menentukan masa depannya sendiri, “intervensi” ortu jelas repot. Persiapkan sejak dini!)

Anak-anak dengan setting-an atau skenario belajar MIND – BODY – SOUL dari MiracleLearning™ lebih mampu mandiri dan bertanggungjawab karena tahu mengapa ia harus melakukan ini itu bagi skenario besar pembelajarannya. Dan, miracle, dalam perjalanannya ke depan, ia akan menemui unsur-unsur atau hal-hal yang membantu atau mempermudah proses belajarnya tanpa disadarinya !

Lihat TESTIMONI pelajar yang telah menggunakan MiracleLearning™.

 

SEGERA EVALUASI HALUAN BELAJAR ANDA SEKARANG !

Berubahlah dari belajar tanpa settingan ke belajar terstruktur dan ter-setting demi efektivitas belajar, paham benar (bukan sekadar “hapal”), berenergi, tanggungjawab dan mandiri, termotivasi tinggi, percaya diri, cerdas intelijensi, cerdas emosi, sosial dan spiritual serta memiliki Personal Excellence!

Dan semua itu perlu proses dalam rangkaian pembelajaran yang terencana, sistematis dan terprogram. So, jangan sia-siakan waktu, segeralah berubah !

 

PENTING DIKETAHUI !

Metode MiracleLearning ™ ini tidak mengajari peserta untuk pintar mata pelajaran tertentu karena itu bukan misi MiracleLearning™, tetapi mengajari peserta untuk mampu menggunakan dan mendayagunakan potensi dan kemampuannya (MIND – BODY – SOUL), belajar cara belajar (learn how to learn) dan cara berpikir efektif dan stratejik, membuat keputusan dengan tepat dan percaya diri (Confident Decision Making). Apapun yang dipelajarinya ! Metode ini mengajari peserta untuk paham dan mampu memahami apapun yang dipelajari serta mampu mempresentasikan dan mengkomunikasikan dengan baik kepada orang lain.

<<<back :  Miracle Learning.

>>>Next: Heart Equilibrium Awareness Language Programming (HEAL-P).

(Pemrograman Bahasa Kesadaran dan Keseimbangan Hati)

____________________

Sebuah renungan kecil:

Ketika membangun rumah, manakah yang didahulukan:

membangun fondasi ataukah mengisi perabotan?

Ketika membangun kualitas-diri untuk anak, manakah yang harus dibangun terlebih dahulu?

[Cara berpikir, mindset, ketangguhan-diri, ketahanan emosi, kecakapan mengelola diri dan situasi adalah fondasi. Kecakapan mata pelajaran adalah perabotan!]

 

Daftar Miracle Learning
Iklan

Satu tanggapan untuk “Belajar Berbasis Manajemen Otak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s