Contact


 

cropped-miracleways-slogan-luk.jpg

Silakan gunakan formulir ini

Miracle

Wawan E. Kuswandoro, M.Si., C.Ht.

HP (Call/ SMS/ WA) : 081 234 76361

Telegram Channel

MiracleWays

ig@miraclewayss

@miraclelearningconcept

@mwdistancetherapy

 

Iklan

8 tanggapan untuk “Contact

  1. pak saya jody.saya mau terapi pak ,saya tinggal di jakarta.saya phobia kalau deket orang dan dikeramaian dan ditengah keramaian.sudah 10 tahun pak.saya sekarang dalam perawatan psikiater.berapa biaya terapi nya pak?dan kalo saya jauh di jakarta bagaimana pak terapinya?perlu berapa lama terapi pak?tks

    Suka

  2. Saudara Jody: Terimakasih telah berkunjung. Saudara bisa menggunakan prosedur distance therapy (terapi jarak jauh) untuk membantu penyiapan n penguatan kondisi mental bagi langkah selanjutnya. Utk prosedur distance therapy, silakan simak page “Distance Therapy” pada blog ini.

    Terimakasih, semoga membantu.
    Salam Miracle!

    Suka

  3. Pak Wawan, sy seorang ibu dgn 3 orang anak yg masih sekolah. anak bungsu sy duduk di kelas VIII SMP mengambil kelas akselerasi. menurut penilaian saya, anak saya termasuk anak yg cerdas. Namun spt yg ada di salah satu artikel Bapak, sepertinya anak saya malas belajar, susah konsentrasi, dan kurang mempunyai motivasi.
    Ingin sekali saya konsultasi/terapi masalah ini dengan Bapak. Bagaimana caranya Pak karena saya tinggal di Boyolali Jawa Tengah.
    Terima kasih atas jawabannya.

    Suka

    1. Ibu Retna Nawangtari, di Boyolali,
      Terimakasih ibu telah singgah di blog saya. Anak-anak seperti putra Ibu kadangkala yang tertampak adalah seperti malas, tidak konsentrasi atau kadang terlihat seperti kurang motivasi. Hal yang wajar, naik turun kondisi psikis seseorang, dan kebosanan sementara.

      Kemungkinan yang terjadi: kejenuhan atau kebosanan sementara terhadap apa-apa yang dianggapnya ‘kurang menantang’. Ini biasa terjadi pada anak-anak cerdas, karena ia telah ‘melompat mendahului zamannya’.

      Untuk sementara Ibu bisa lebih mengintensifkan komunikasi (dari hati ke hati) dengan sang putra, sebagai teman. Banyak hal di dunia-perspektif anak yang perlu kita dekati dengan alam pikir mereka.. Kemudian, beri dia sesuatu yang memantik gairah petualangan berpikirnya (sesuai minatnya tentu saja).

      Jika ada hal yang ingin dikomunikasikan lebih detail, bisa via email. Silakan gunakan formulir “Kontak”.

      Semoga bisa membantu. Terimakasih.
      Salam,
      MiracleWays
      “Jalan Ajaib Selalu Anda Temui”

      Suka

  4. Pagi Pak wawan, mohon pencerahannya, suami saya telah menggeluti usahanya selama 14 th dan sampai saat ini hanya hasilnya cukup untuk membayar tagihan listrik, dan telp, …tp dia susah sekali utk berubah , baik ganti usaha lain atau bekerja saja pada orang. Gemes sekali rasanya …..sudah th tdk cocok kok di gelitiiiiiii terus.
    selama ini kebutuhan tercukupi dgn baik karena sya juga bekerja, dan 90 persen kebutuhan keluarga dr penghasilan saya. Apa hal ini ya yang menyebabkab dia kurang berantusias mendapatkan penghasilan lebih. o ya dia punya kelemahan, dengan pendengarannya juga……yg kurang bisa mendengar utk nada nada rendah………
    mohon sarannya….utk menghilangkan mental bloknya
    smua cara sudah saya lakukan, sampai akhirnya saya putuskan berhenti bekerja utk memaksa dia bekerja dgn penghasilan yg lebih……

    Suka

  5. selamat malam pak..saya adalah seorang mahasiswi, aktivitas saya tiap harinya di kampus adalah diskusi kelas dan setiap giliran saya untuk presentasi tiba-tiba saya jadi grogi tidak karuan, dada rasanya sesak dan mulut saya kering, jantung terus berdegup kencang sampai saya selesai presentasi, dan juga hubungan sosial saya dengan orang lain kurang baik, saya sangat susah untuk berkomunikasi dan merasa gelisah sendiri kalau berdekatan dengan orang lain, saya tidak percaya diri untuk berkomunikasi dengan orang lain. mohon pencerahannya pak .. saya ingin ikut terapi bapak, tapi saya tinggalnya di luar pulau Jawa. solusinya bagaimana pak.

    Suka

    1. Selamat sore, saudari Lulu. Sebagai langkah awal, biasakan menggunakan kalimat positif dalam aktivitas yang melibatkan emosi dan pikiran. Kemudian, hindari men-generalisasi sesuatu yang bisa dianggap sebagai “masalah”. Misalnya, ketika menghadapi suatu masalah tentang hal ‘tertentu’ di saat ‘tertentu’, jangan anggap atau katakan bahwa anda ‘selalu’ kena masalah atau menganggap rutin masalah. Lokalisirlah masalah. Ini untuk membantu agar pikiran negatif tidak meluas dan menjadi kebiasaan. Baca artikel saya pada tag heart mind intelligence, pengembangan diri, pemberdayaan diri. Terimakasih telah berkunjung. Semoga menjadi lebih baik. Salam. 😀

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s