Sakit Jika Belajar

KONFLIK DIRI – SAKIT JIKA BELAJAR

[dari Pengalaman Klien dengan kode 101210003, 15 tahun]

Pernah dengar atau mungkin mengalami sendiri, seseorang yang mengalami konflik / “perang batin”, antara ingin melakukan suatu kegiatan tetapi di saat yang sama tindak ingin melakukannya karena pertimbangan rasional? Perasaan seperti sering muncul dan berkecamuk di kepala dan membuat sakit kepala. Semakin dipikirkan semakin sakit pula. Akhirnya cemas, gelisah, stress pun menghampiri… Jika keterusan bisa bahaya lho… Kemunculan simtom-simtom psikis semacam ini tidak hanya monopoli para orang tua, namun juga bisa mengenai anak-anak muda.

Keadaan akan semakin buruk ketika berurusan / terbentur/ teringat/ melihat/ mendengar orang atau benda/ objek yang semakin mengingatkannya pada perasaan tidak enak tadi itu. Jika berhubungan dengan rumah, maka biasanya ia akan tidak betah di rumah, makanpun tidak enak. Maka tak heran jika “pengidap” simtom ini lebih suka di luar rumah (*tapi tidak semua kasus mereka yang lebih suka di luaran mengidap simtom ini lho.. 😀 bisa juga karena sebab lain.. sst.. ini bukan soal kegiatan / pekerjaan lho, tetapi soal “kecenderungan yang tidak bisa dijelaskan”). Lanjutkan membaca “Sakit Jika Belajar”

Sukses Belajar

Sukses Belajar?

Apa yang anda pikirkan tentang ‘sukses‘? Tentang ‘belajar‘?

Dan apa pula ‘sukses belajar‘ itu?

Sukses Belajar. Ditentukan oleh definisi kita tentang “sukses”. Apa indikator “sukses” dalam belajar. Dan apa pula batasan “belajar”. Okay, kalau yang dimaksud adalah ‘belajar” dalam arti “meningkatkan kemampuan kognitif” misalnya melalui kegiatan sekolah, kursus, kuliah, baca buku, dan aktivitas-aktivitas lain yang sejenis, maka, apa TARGET dari aktivitas “belajar” tersebut? Dan apa INDIKATOR “sukses”. Definisi yang kita buat akan menentukan AKSI dan TARGET kita. Termasuk HASIL-nya. Lanjutkan membaca “Sukses Belajar”

Pikiran Ortu – Guru Tentukan Masa Depan Anak

Pernahkah Anda menyaksikan seorang ibu / ayah yang kesel banget n marah-marah pada anaknya trus mengata-ngatai anaknya (kadang juga gak serius sih.. tapi kata-kata itu terlanjur terdengar kuping si anak): “… bandel banget… dasar anak setan luh…” atau jika ngeliat anaknya terlalu banyak tingkah (sangat aktif) kadang ngomentarinya semacam ini (pake bhs Jawa) “…tingkahe koyok set…” (ulahnya seperti belatung). Jika menemukan anaknya sulit berpikir ttg … Lanjutkan membaca Pikiran Ortu – Guru Tentukan Masa Depan Anak