Resolusi 2018 dan Memohon Keajaiban Mewujudkan Harapan


Target pada 2018 dirasa terlalu tinggi sehingga kadang semangat kadang galau? Hanya keajaiban yang bisa menolong? Tahun ini berisi tumpukan pindahan harapan dan kenyataan dari tahun sebelumnya yang belum tuntas. Sebagiannya merupakan tumpukan target yang harus dicapai sehingga menjadi target yang (lebih) tinggi. Sedangkan sumberdaya beserta prosesnya membutuhkan waktu hingga mencapai hasil. Kita tak mungkin memperpendek waktu, melompatkan waktu untuk mempercepat hasil. Mempercepat proses lebih memungkinkan, namun titik masa hasil itu tercapai, tetap merupakan misteri, alias belum diketahui kapan tibanya. Artinya, tetap perlu waktu untuk sampai ke titik tercapainya hasil. Demikian juga besarannya.

Sebagai contoh, jika seseorang mengharapkan bisa mendapatkan uang yang (jauh) lebih besar dari “biasanya atau target normalnya” daripada tahun sebelumnya (karena alasan apapun), maka ia harus memperbesar kapasitas “mesin uangnya”, mempercepat prosesnya, sambil berharap keajaiban akan datang.  Lhah, keajaiban juga rupanya. Baiklah, factor X dalam setiap lintas proses dan peristiwa dalam linimasa hidup seseorang, diyakini ada dan terbukti ada. Itulah yang disebut Jalan Keajaiban, miracle ways.
Tulisan ini membahas perancangan capaian pada tahun 2018 dengan asumsi mengandung target lebih besar, sehingga bahasan ini melibatkan factor X yang disebut “keajaiban”. Hayoo.. mistik ya… Aaah.. nuduh itu mah… Keajaiban kan datang dari Tuhan, dan Tuhan itu ada dan selalu hadir dalam setiap lini peristiwa kehidupan hamba-Nya. Yakan… Nah, mistik dari Hongkong? Nah, ntar pada bahasan “keajaiban”, kita bahas “mendatangkan keajaiban untuk mewujudkan harapan”. Berikut aspek teknisnya berupa ‘affirmasi manifesto harapan’ (doa) kepada Tuhan dalam rangka menyambungkan portal hati kita kepada portal semesta yang telah diciptakan-Nya.
Aspek teknis ini tidak mengandung arahan ajaran keagamaan tertentu. Ini adalah rumus umum sebagai kerangka kerja dalam melakukan koneksitas kepada “portal semesta” yang merupakan “pusat segala sumber kehidupan”. Boleh diaplikasikan sesuai keyakinan spiritualitas khusus (agama) masing-masing. Rumusan umum kerangka kerja ini lebih merupakan prinsip spiritualitas modern yang bertumpu pada prinsip irama dan getaran diri dan semesta, tanpa berafiliasi kepada agama tertentu. Dengan kata lain, prinsip operasional sebuah doa dalam penjelasan umum.

Merencanakan Capaian Pada 2018

Pertama, yang perlu diperhatikan adalah bahwa “a better year requires a better you”. Tahun (capaian hasil) yang lebih baik membutuhkan anda yang lebih baik.

Ada baiknya membaca artikel saya sebelumnya: “Mengatasi Menunda Pekerjaan”. Tahun ini gak boleh suka nunda lagi ya… inget tuh, need a better you. Apa itu “a better you” (anda yang lebih baik)? Ya minimal gak suka nunda kerjaan dah bagus tuh.. Sudah “a better you” walaupun itu aja gak cukup.. hehe… Di tahap ini anda menjadi pribadi yang lebih dengan tindakan yang lebih berkualitas. Intinya, (gimana caranya agar) menjadi lebih baik lah. Evaluasi diri ini dan itu, perbaiki ini dan itu, dst. Bikin detilnya, dan cari cara baru.

Kedua, detilkan dan jelaskan: mengapa anda ingin mencapai hasil yang lebih (baik, banyak) tahun ini? Jawabnya berupa serangkaian tindakan spesifik dan detil bagaimana cara untuk meraihnya. Dan setiap etape langkah menentukan hasil berikutnya. Maka, perhatikan sedari langkah pertama! Jika anak tangga pertama patah, maka akan sulit menapak ke anak tangga kedua, dst.

Di setiap langkah yang membawa hasil, akan memperbesar rasa percaya diri anda untuk melangkah berikutnya untuk hasil dan capaian pada anak tangga berikutnya. Nikmati proses ini dengan bahagia dan penuh keyakinan.

Ketiga, yakini tiap-tiap proses dan nikmati hasilnya dengan RASA BAHAGIA. Jika hasilnya “buruk” atau tepatnya “tak sesuai harapan”, pasti ada makna di balik “kegagalan” itu. Tetap positive thinking untuk hasil dan capaian yang lebih baik pada anak tangga berikutnya. Ingat, setiap hal yang kita indera adalah persepsi kita terhadap hal tersebut.

Keempat, bikin komitmen pada pekerjaan dan terus belajar. Belajar dari kesalahan sendiri, kesalahan orang lain, untuk diambil hikmahnya. Dan dalam konteks ‘belajar’ ini, bisa pula belajar dari sukses orang lain, ambil mentor orang yang lebih dulu sukses di bidang anda, memodel mereka yang lebih dulu sukses.

Kelima, ambil langkah spesifik, lakukan!

Kelima prinsip di atas adalah dasar, kemudian lakukan perencanaan stratejik untuk pencapaian hasil (goal setting) untuk tahun 2018. Prinsipnya adalah, menentukan secara jelas, detil dan spesifik tentang apa-apa yang ingin anda capai dalam tahun 2018 (target), apa tujuan anda dengan adanya capaian-capaian itu, waktu yang diperlukan untuk mencapai hal itu, apa  alasan anda untuk itu, dan apa modalitas anda.

Buat juga lembar monitoring dan evaluasi untuk memantau progress capaian anda tiap penggalan waktu hingga akhir tahun.

Target dan Harapan Terlalu Tinggi?

Anda merasa target dan harapan anda untuk tahun ini terlalu tinggi? Apa ukuran ‘tinggi’ dan ‘terlalu tinggi’ itu buat anda? Apa ukuran standard bagi anda? Apa alasan anda mematok target yang disebut “terlalu tinggi” itu? Okay, apapun target anda, “tinggi” atau “terlalu tinggi” adalah bahasan yang bersifat relatif.  Yang pasti, ada ‘konsekuensi’ di balik ‘target’ itu. Ukuran dan persepsi “tinggi” atau yang lain, berkaitan dengan ‘modalitas dan sarana yang dimiliki’. Jika modalitas dan sarana sebanding dengan target, maka tidak ada istilah  “target terlalu tinggi”. Yang ada adalah: “target dengan sebuah konsekuensi”.

Berharap Ada Keajaiban?

Berkaitan dengan target dan harapan, bagaimanapun kadarnya (hanya anda yang tahu. Dan Tuhan juga tentunya), maka perlu sebuah proses. Ada proses material dan kasat mata yang dapat dipahami dan dapat pula kita indera. Ada pula “proses lain” yang tak kasat mata, sulit dipahami.

Tak perlu ada perdebatan tentang “proses yang sulit dipahami” ini. Diperlukan atau tidak, “proses tak kasat mata” ini selalu ada dan hadir dalam setiap proses peristiwa di dunia ini. Dikehendaki maupun tidak. Coba dicek pada pengalaman hidup anda sendiri.

Terlebih untuk “target  yang sempat dipersepsi terlalu tinggi”, maka seringkali orang menghubungkan dengan kemungkinan adanya “campur tangan keajaiban” untuk membantu proses. Sebenarnya, proses yang kita sebut dengan “dapat kita pahami” saja itu mengandung keajaiban. Coba perhatikan pengalaman anda, pasti ada unsur ajaibnya dalam prosesnya, disadari atau tidak.

Mendatangkan Keajaiban Mewujudkan Harapan

Keajaiban itu datang bersama dengan keyakinan dan kata-kata. Keduanya, termanifestasi dalam kata-hati dan tindakan. Kata-hati berupa rasa syukur atas segala sesuatu yang kita alami dan terima. Sedangkan kata-kata termanifestasi dalam pernyataan-diri tentang tindakan kita. Dan tindakan termanifestasi dalam pola tindakan kita: rutinitas-datar ataukah kreatif, dan bagaimana sikap kita terhadap orang lain.

Hukum tarik-menarik dan timbal balik (law of attraction) menyatakan bahwa setiap getaran pikiran, gerak kata-hati dan tindakan akan menarik dan mengundang getaran yang sama, bahkan kadang lebih kuat (karena kondisi tertentu). Karenanya, tariklah ENERGY POSITIF dengan (1) rasa syukur atas apapun yang kita terima (kata-hati), kemudian berikan (2) pernyataan positif pada diri dengan, setidaknya, tidak melakukan permakluman sebagai pembenar untuk tidak melakukan sesuatu (kata-kata). Kemudian, yang berupa tindakan, adalah, (3) cobalah keluar dari (cara kerja) rutinitas, cari cara baru yang “tidak biasa”, kemudian, (4) bantu orang lain untuk memenuhi harapannya. Keempat hal tersebut rasakan emosi yang muncul dan endapkan dalam hati untuk mencapai ‘kata-hati’ lagi. Inilah dasar intuisi. Ke situlah kita kembalikan keyakinan, kata-hati, kata-kata dan tindakan kita.

Bertitik tolak dari intuisi ini, kita tautkan (dengan niat dan keyakinan) hati kita kepada Tuhan, untuk melantunkan ‘afirmasi manifesto harapan’ (doa) kepada-Nya.

Intuisi atau sistem petunjuk jiwa dan hati yang dalam (inner heart-and-soul guidance system) merupakan petunjuk perantara yang menghubungkan kita dengan Tuhan.

Doa Kepada Tuhan Untuk Memohon Keajaiban

Doa atau ‘afirmasi manifesto harapan’ ini adalah prinsip dasar sebagai kerangka pikir atau “KERANGKA HATI” untuk menyiapkan wadahnya. Wadah harus sesuai dengan “karakter alam semesta”. Isi doanya, terserah anda. Yang tertulis di sini adalah prinsipnya. Prinsip-prinsip berikut ini adalah untuk “menyetel wadah” agar selaras dengan irama dan getaran alam semesta. Wadah itu adalah HATI.

Prinsip pertama,

Keajaiban akan datang ketika kita menerima  kuasa Tuhan untuk hadir dalam situasi yang sedang kita hadapi.

Karenanya, yakinlah dan sadarilah bahwa Tuhan selalu hadir dalam setiap urusan kita, maka undang dan hadirkan Dia setiap saat kita membutuhkan pertolongan dan juga keajaiban yang kita harapkan.

Prinsip kedua,

Terkadang ada “state-blocking” (semacam mental block) yang menghalangi hadirnya keajaiban dalam kehidupan kita, yang muncul dari prasangka negatif  (kepada Tuhan) terkait dengan kesalahan yang kita perbuat.

Kita mungkin “menghukum diri” karena sesuatu dosa yang pernah kita lakukan, sebagai manifestasi (persepsi) hukuman dari Tuhan, atau, kita berprasangka negatif kepada Tuhan bahwa Dia pasti mengabaikan kita, membuat urusan kita kacau.

Untuk ini, yakinlah dan sadarilah bahwa Kasih Sayang Tuhan jauh lebih besar daripada besarnya dosa dan kesalahan kita.

Dan Tuhan tidak ada urusan dengan hal remeh temeh. Urusan (yang diurus) Tuhan jauh lebih besar daripada yang kita kira. Juga, Tuhan tidak menaruh dendam kepada ciptaan-Nya. Ndak level lah….  (Gitu mungkin kata sedehana level manusia yang dapat sedikit melukiskan, walaupun tidak pas bener). Tuhan Maha Tinggi dan Maha Suci untuk perbuatan semacam itu.
Tuhan berada pada persangkaan hamba-Nya. Sedemikian hamba-Nya menyangka, maka ia akan menerima sebagaimana persangkaannya itu. Maka, yakinlah dan sadarilah bahwa Kasih Sayang Tuhan jauh lebih besar daripada besarnya dosa dan kesalahan kita.

Prinsip ketiga,

Tuhan telah dan senantiasa menghadirkan keajaiban dalam kehidupan kita, hanya saja kita tak menyadarinya.

Cobalah mengingat-ingat beberapa peristiwa dalam hidup anda yang seolah “tak masuk akal” dan “tak mungkin” terjadi pada diri anda. Pengalaman yang hebat maupun pengalaman yang tidak enak, namun ternyata ada manfaat luar biasa di balik ketidak-enakan itu. Ada penyelamatan dari bencana yang jauh lebih dahsyat, tetapi kita tidak menyadarinya, karena kita hanya focus pada “ketidak-enakan” yang tadi menimpa. Padahal itu kita sedang diselamatkan dari bencana lain yang lebih dahsyat. Inilah bukti (lagi) Kasih Sayang Tuhan kepada kita. Coba diingat-ingat dan dianalisa tipis-tipis. Nah, kalau sudah ketemu, coba disyukuri. Dan karena pengalaman terselamatkannya dari bencana ini bersangkut paut dengan “proses yang lain” yang di situ ada orang-orang lain, maka DOAKAN PULA ORANG LAIN dalam kehidupan anda. Ini akan memperkuat getaran doa pribadi.

Prinsip keempat,

Mintalah kepada Tuhan akan hal-hal ini: (1) petunjuk dan pencerah untuk hal-hal yang tidak kita ketahui serta sandarkan permintaan ini atas kehendak-Nya.

Karena Dia Yang Maha Mengetahui segala sesuatu, mengetahui yang awal dan yang akhir, yang tampak dan tak tampak, bahkan yang tak terjangkau akal pikiran dan hati manusia.

(2). Pertolongan agar ketidakyakinan yang sempat melanda kita, dihilangkan.

Karena sesuatu hal, kadang keyakinan kita pasang surut, kadang terkena erosi. Katakan itu kepada-Nya, buatlah pengakuan kepada-Nya, termasuk pengakuan akan dosa-dosa kita, dsb, dan mohon ampunan atas dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan tersebut, tak usah malu-malu. Dia sudah tahu, tetapi pengakuan kita ini adalah bukti kesungguhan kita.

(3). Pertolongan agar kita bisa kuat melawan godaan untuk menyimpang dari jalan-Nya, seraya buktikan dengan perbuatan.

Sedapat mungkin kita taati Dia. Juga katakan  itu kepada-Nya, termasuk katakan tentang kelemahan tubuh dan kelemahan lain yang kita miliki yang sering menghambat kita untuk bergegas berbakti kepeda-Nya. Mintalah agar kita diperkuat oleh-Nya, dengan Kasih Sayang-Nya, untuk bisa punya kekuatan untuk berbakti kepada-Nya.
Pertolongan akan datang sebagaimana kadar kesungguhan kita dalam meminta.

Prinsip kelima,

Tuhan itu dekat dengan kita, maka akrabilah Dia dengan pujian-pujian dalam doa sembari menyadari dan merasakan bahwa hubungan kita dengan Tuhan adalah akrab dan dekat, dengan selalu melibatkan Dia dalam apapun urusan kita dalam rasa syukur yang mendalam (bersyukur karena Tuhan dekat dengan kita). Nyatakan itu dengan kata-kata kepada-Nya.

Kenyataan bahwa Anda sekarang bisa membaca tulisan ini sudah cukup membuktikan (walau bukti kecil) bahwa Anda masih dikaruniai kesempatan hidup, dan kesempatan hidup ini membuka kesempatan untuk berbuat apa saja yang anda inginkan. Ini sangat patut kita syukuri. Dan, pengalaman hidup kita terisi dengan aneka pengalaman keajaiban, yang juga membuktikan bahwa Tuhan telah menolong kita. Tuhan selalu campur tangan dalam urusan kita. Ini artinya: Tuhan dekat dengan kita (‘Tuhan dekat dengan kita’ tidak sama artinya dengan ‘kita dekat dengan Tuhan’). Tuhan telah mendahului mendekati kita, harusnya kita yang duluan mendekat. Ini juga patut kita syukuri lhoh.. lha wong ada walikota mendekati kita aja kita pasti hebohnya luar biasa kan… rasanya bahagia maksimal tanpa tanding… 🙂 . Kita men-syukuri-nya dengan menyegerakan mendekat kepada-Nya. Prinsip kelima ini mempermudah usaha kita untuk mendekati-Nya.

Prinsip keenam,

Yakinlah dan sadarilah bahwa Tuhan memberi petunjuk dan menunjukkan tanda-tanda apapun yang kita butuhkan kepada kita.

Coba cari itu dalam pengalaman diri Anda.

Prinsip ketujuh,

Tetaplah berbaik sangka kepada Tuhan hingga harapan itu terwujud.

Bagian ini memang sulit. Logikanya gini deh. Kita tidak tahu, permohonan kita diterima atau tidak, harapan kita bakal terwujud ataukah tidak, maka rentang waktu ke depan: start dari permohonan (dan usaha) kita  hingga titik finish (entah kapan), akan kita isi dengan apa? Maksudnya, yang terkait dengan pengharapan kepada Tuhan. Ada 2 pilihan saja: tetap berharap kepada-Nya, atau: mengabaikan dan berpaling dari-Nya. Keduanya hasilnya sama: sama-sama kita tidak tahu bakal gimana nanti (fifty-fifty). Nah, sama-sama tidak tahu, lebih aman mana: ‘tetap berharap dan yakin kepada-Nya’ (opsi 1) ataukah berhenti berharap, berpaling dari-Nya (opsi 2). Logika kita memilih mana? Logika saya mengatakan: opsi 1: fifty-fifty dengan kandungan peluang keberhasilan. Opsi 2: fifty-fifty tanpa ada peluang keberhasilan. Saya pilih opsi 1, karena (pula), waktu dan tenaga yang digunakan, sama.

Ke-tujuh prinsip tersebut merupakan sarana hati untuk menyiapkan ‘wadah spiritual’ kita yakni HATI kita, untuk berselaras dengan ‘irama dan getaran alam semesta’ sebagai persiapan melantunkan doa permohonan dan harapan kepada Tuhan. Jangan lupa juga mendoakan orang-orang lain dan berharap kebaikan juga menyertai orang-orang lain tersebut.

#BecauseWeAreConnected

 

Berikut ini adalah contoh lantunan doa kepada Tuhan, untuk hal-hal yang serasa “tak masuk akal” atau yang serasa ‘sangat sulit diraih’:

“Tuhanku, aku datang kepada-Mu dengan keyakinan bahwa Engkau Maha Penolong dan Maha Kasih Sayang. Aku bersimpuh di hadapan-Mu ini dalam kondisi hancur dan tak melihat jalan apapun. Engkau Maha Kuasa untuk mampu melakukan apapun yang jauh melampaui dari apa yang mampu kubayangkan, melampaui apa yang sanggup dijangkau oleh pengetahuan dan akal pikiranku.  Aku melangkah dengan keyakinan, bukan dengan penglihatan. Tuhanku, aku memohon keajaiban dalam hidup dan kehidupanku. Aku percaya, Engkau dapat melakukan hal-hal yang dalam pikiran manusia adalah tak-masuk-akal atau tidak mungkin terjadi, dan aku percaya akan janji-Mu. Tuhanku, aku berterima kasih dan rela, Engkau adalah Tuhanku, sesembahanku, yang senantiasa melihat dan mendengarku, dan hadir di setiap kebutuhanku. Dan tetapkanlah aku bersama orang-orang yang Engkau kasihi dan kehendaki. Aamiin”.

Contoh doa terimakasih atas keajaiban yang telah kita terima:

“Tuhanku, terimakasih atas jawaban doaku dan penghadiran keajaiban dalam hidupku sehari-hari. Aku bisa bangun pagi ini dari tidur lelapku yang serasa mati, dan masih bisa bernafas, adalah suatu anugerah dari-Mu. Tolonglah aku untuk tidak mencabut anugerah kesehatan ini dariku yang membuatku harus membayar untuk kondisi sehatku, yang sekarang ini kudapatkan gratis dari-Mu. Tolonglah aku agar aku tetap dalam keterpeliharaan-Mu dalam keyakinan dan fokus pada-Mu, hanya pada-Mu. Dan jangan biarkan aku terlepas dari penjagaan-Mu walau sedetikpun. Dan tetapkanlah aku bersama orang-orang yang Engkau kasihi dan kehendaki. Aamiin.”  

Contoh doa membangkitkan keyakinan untuk memohon keajaiban:

“Tuhanku, terimakasih telah menyayangiku dan memeliharaku dari ketergelinciran, keberpalingan dan menggantungkan harapan kepada selain dari-Mu. Ampuni aku ketika aku menggantungkan harapan pada selain-Mu, yakni pada pekerjaanku, hartaku, temanku dan orang-orangku, yang karena mereka aku mengira aku bisa hidup tanpa-Mu. Ampuni kebodohanku ini. Tuhanku, terimakasih Engkau tidak melupakanku karena kealpaan dan kekurangajaranku pada-Mu. Tuhanku, rentang waktu ke depan ini terasa gelap dan kadang sedikit menakutkanku karena ketidaktahuan dan keterbatasanku, dan aku mengerti sekarang bahwa jalan menuju keajaiban ini melewati jalanan terjal yang tak disukai orang. Maka aku tak mampu membayangkannya, dan satu-satunya jalan hanyalah berharap pada-Mu. Aku hanya percaya pada-Mu. Tuhanku, aku ingin selalu menaati perintah-Mu, dalam situasi dan kondisi apapun. Tolonglah aku, kuatkanlah aku untuk tetap berada pada jalan-Mu, bukan jalanku.  Tolonglah aku, ingatkanlah aku pada petunjuk-Mu yang di situ pula terdapat pemberian-Mu. Tolonglah aku, untuk tetap yakin pada janji-Mu, bahwa pada keyakinanku, di situlah kebutuhanku. Dan tetapkanlah aku bersama orang-orang yang Engkau kasihi dan kehendaki. Aamiin.”  

Untaian kalimat dalam ketiga doa di atas merupakan bentuk pengakuan, keberserahan, kemenyerahan dan penghambaan dalam permohonan kepada Tuhan. Rajutan kata-kata tersebut merupakan edukasi-diri dan edukasi pikiran dan hati untuk memahami makna keberserahan-tulus kepada Zat Mutlak. Lantunkan dalam hati penuh syukur dan yakin, untuk membangkitkan getaran-diri agar terhubung ke semesta. Akan lebih banyak menghasilkan getaran-diri bila melakukannya secara bersama-sama.
Semoga kita semua senantiasa dalam perlindungan, pemeliharaan dan Kasih Sayang-Nya. Redaksional boleh dimodifikasi, namun tetap memuat prinsip-prinsip pengakuan, keberserahan, kemenyerahan dan penghambaan dalam untaian lantunan doa tersebut. Open heart, open mind, open universe.

Selamat menghadirkan keajaiban.

Semoga tahun 2018 dan seterusnya adalah masa-masa yang lebih OK dan maknyus untuk Anda. Aamiin.

Salam Miracle!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s