Mendesain Karir Untuk Pelajar dan Mahasiswa

Mendesain Karir Untuk Pelajar dan Mahasiswa


bimbingan karir
merancang dan mendesain karir

Kegalauan dan kebingungan umum pelajar dan mahasiswa yang membawa pada ketidakjelasan rencana belajarnya, kemudian menjalani aktivitas studinya dengan rutinitas tanpa makna, kadang ogah-ogahan, malas, sekedar biar gak tampak nganggur di kampung, akhirnya tidak begitu ‘paham secara sadar’ mengapa ia harus mempelajari ini itu, adalah karena ketiadaan setting tujuan belajar dalam dirinya dan perencanaan karir pasca studi. Goal setting for study and create the career.

Merancang dan mendesain karir untuk pelajar dan mahasiswa, atau setidaknya “berpikir tentang karir”, “membayangkan karir”, “ngelamunin karir”, sebaiknya  dilakukan ketika sedang menjalani proses studi. Ketika sedang menjadi pelajar atau ketika sedang menjadi mahasiswa, pernahkah kamu ngebayangin merancang karir, mendesain karir atau setidaknya, ngebayangin karir, ngelamunin karir? Ngelamunin pacar mulu ah…. pasti pacar loh lu kadalin mulu… haha….. Kata arek Suroboyo, “kon gedabrusi thok…” haha…. Mau protes, gak terima? Kamu yang sedikitpun gak pernah ngelamunin kerjaan apa yang bakal kamu lakuin selepas sekolah, otakmu pasti isinya pikiran GJ… Patut dipertanyakan tuh kadar dan derajat tanggung jawabmu hahaha…. iya gak….

“Walaaah.. saat menjadi pelajar adalah masa-masa paling indah booss… ngapain capek-capek mikirin karir….. mendesain karir segala…. ketinggian atuh bos…. Urusan karir mah nanti…. kalau dah lulus aja dah… atau pas kuliah aja….”

Bener? Okay… kita mulai dari setting waktu ketika kuliah atau ketika menjadi mahasiswa ya…..

“Lha bagaimana dengan saya yang tidak ingin kuliah, tapi ingin kerja selepas sekolah SMA/ MA/ SMK ini…?”

Sabar ya… nanti saya bahas juga, setelah pembahasan yang mahasiswa ini ya…..

Bahasan saya ini adalah tentang merancang dan mendesain karir untuk pelajar dan mahasiswa. Yang dibahas adalah bagaimana caranya mendesain karir untuk pelajar. Trus cara mendesain karir untuk mahasiswa. Kita bahas satu satu ya…. Ini, kita mulai dari mendesain karir bagi mahasiswa dulu ya…

Maksudnya gini lho….

Disadari atau tidak, ketika seseorang sekolah, kursus atau kuliah, pasti punya tujuan kan? Apa coba? Untuk mempertinggi pengetahuan dan keterampilannya kan…. Untuk apa itu? Ya untuk kerja atau cari duit…. apa lagi? Nampang doank…. ? Hehe….

Kamu yang mahasiswa… pernah gak ngebayangin selepas wisuda kelak, mau ngapain? Mau kerja apa? Hmmm… masih susah ya…. masih belum ada bayangan ya…. Ruwet dan kabur ya…. Gak jelas ya…. Bingung ya…. pasar kerja kebanyakan ya…. Pasti ngebayangin jika ngelamar kerja di situ situ sono sono.. bakalan  diterima gak ya…. Ntar mereka bikin syarat “berpengalaman sekian tahun…. bla… bla…”. Pupus sudah harapan gueehh… hiks… Atau bikin bisnisan sendiri aja deh…. ber-entrepreneur begitu… bisnis start-up mumpung lagi marak…. bikin cafe… cafe yang ada koleksi buku untuk dijual…. Bisnis online…. biar bisa dikendaliin dari mana aja… atau dropshipping… mudah, tanpa modal dan tanpa stock produk… Dan sebagainya…. banyak pilihan… Dan sebagian dari kamu pasti berpikir gini… Lha kalau cuma ngelakuin beginian.. ngapain capek-capek kuliah…. Langsung aja selepas SMA/ MA/ SMK dulu langsung terjun bisnis ginian… Okay… biar gak kemana-mana, sementara kita batasi obrolan kita ini, dengan kesepakatan bahwa “kuliah itu bertujuan untuk mempertinggi olah keilmuan dan olah pemikiran agar wawasanmu lebih luas, cara pikirmu lebih bagus, analisismu lebih tajam, sehingga caramu menyikapi persoalan hidupmu juga lebih baik”. Namun ini semua kan perlu dipertajam lagi dalam arena praktik, yakni di masyarakat, dalam dunia kerja, yang sesungguhnya. Karena kuliah tanpa berpraktik di arena sosial ya kalah sama yang ndak kuliah tapi langsung praktek dan berpengalaman malang melintang….. Ini dulu ya… Deal ya… biar gak ngelantur ntar…

Jadi, start kita pada saat kuliah ya…. Ini untuk yang mahasiswa. (Yang untuk pelajar SMA/ MA/ SMK ntar ya…  gantian).

Saya lanjut pada bagian… ngebayangin ngelakuin ini itu, pengen menjadi ini itu kayak tadi itu adalah CONTOH karir, contoh kerjaan. Banyak kalau dilanjutin… Tambah bingung ntar…

Karenanya, bahasan saya ini mengambil kontek pada upaya merancang dan mendesain karir untuk pelajar dan mahasiswa bukan untuk “merancang akan menjalani karir apa atau akan menjadi apa” atau dengan kata lain, berkenaan dengan OBJEK-nya. Tetapi upaya merancang dan mendesain karir yang berkenaan dengan SUBJEK-nya, yakni kamu sendiri: pelajar atau mahasiswa.

Tegasnya..

merencanakan karir
mendesain karir

Bagaimana pelajar atau mahasiswa  MAMPU merancang dan mendesain karirnya SENDIRI, yang mana dengan rancangan ini disematkan dan disemangatkan pada aktivitas studinya selama menjadi pelajar atau mahasiswa.

Tujuannya adalah agar kamu dapat mengelola waktu studimu (manajemen waktu) dan menyusun  study plan (rancangan belajar beserta target hasil belajar tiap kurun waktu pendek). Untuk apa? Agar kamu MENGETAHUI dan MENYADARI apa perolehan skills-mu, perolehan ilmu, kemampuan yang telah kamu raih pada penggalan waktu pendek itu misalnya tiap semester (bukan sekedar lulus mata kuliah dengan nilai memuaskan lho ya..). Ini bicara tentang “kamu sudah bisa apa sekarang”  (misal, telah menguasai teori apa, kajian apa, analisis apa, konsep apa, praktikum apa, bisa mempraktikkan membuat apa, dsb).

Target dari tulisan saya ini adalah seorang pelajar atau mahasiswa MENYADARI kondisi kemampuan pada dirinya (seperti apapun ‘kemampuan’-nya itu) pada tiap-tiap penggalan waktu pendek selama masa studinya hingga akhir studi, sehingga MENGETAHUI dirinya telah memiliki KEMAMPUAN APA. Dari kesadaran akan kemampuan diri dari hasil belajarnya selama sekolah atau kuliah ini, ia MAMPU merefleksikan untuk karirnya atau pekerjaannya. Ini dimulai ketika sedang menjadi pelajar atau mahasiswa. Dan ini selalu saya tekankan pada mahasiswa saya, terlebih pada mahasiswa semester 1. Supaya mereka menyadari maksud dan makna mengapa ia harus melahap materi perkuliahan yang didesain tiap semester (ada sekian mata kuliah), dsb. Supaya mahasiswa tidak meremehkan waktu yang ia gunakan selama studi. Supaya mahasiswa tidak mengira bahwa waktunya cukup panjang untuk men-setting kemampuan dirinya. Sama sekali tidak. Rentang waktu 4 – 5 tahun bahkan 6 tahun (untuk studi tertentu) tidaklah panjang! Jika berpikir tentang kalender harian ya panjang. Tetapi jika berpikir tentang kalender akademik, terlebih lagi ‘kalender skills’, maka rentang waktu 4 – 5 tahun adalah waktu yang mengkhawatirkan jika tidak pernah, setidaknya, “ngelamunin karir” atau “ngelamunin desain skills”, atau “ngelamunin rancangan kemampuan diri”.

Yuk, kita coba ngelamunin yuk… Eh… kita ilustrasikan rentang waktu yang kamu miliki ya…

merancang dan mendesain skills
merintis business company

Akan saya mulai dari ngelamunin rentangan waktu dunia kerja dulu, dunia yang akan kamu terjunin selepas lulus ntar. Kamu yang kepikir akan meniti karir di arena “kerjaan yang ikut orang”, apa itu kerja kantoran, kerja di perusahaan, gabung di business company, gabung di organisasi atau badan atau lembaga riset, publikasi, konsultan, dsb, rata-rata mereka mensyaratkan berpengalaman  mengerjakan di bidang serupa selama minimal 5 tahun, ada yang minimal 10 tahun. Bahkan saya pernah menemukan, 15 tahun. Anggap aja rata-rata 5 – 10 tahun. Memiliki pengalaman di bidang serupa, tidak harus dilakukan dengan cara “bekerja ikut business company”, bisa dengan cara mengerjakannya secara mandiri atau bersama teman (team work), atau bergabung dengan lembaga yang ada di kampus, lembaga milik dosen, dll. Intinya, kamu tidak blank dan tengak tengok aja kagak ngarti apa yang dimauinya dunia kerja atau pihak yang bakal mempekerjakanmu. Yang penting kamu bisa nunjukin skills-mu, dengan seperangkat argumenmu yang mendukung skills-mu itu. Karena gak mungkin seorang fresh graduate telah memiliki pengalaman kerja (di business company) selama sekian tahun! Pilih mana, lulus dengan mengantongi skills tertentu, atau lulus dengan hanya kertas doank….. hehe…

Okay ya… kita ngitung waktu sekarang…

Anggap kamu berencana lulus kuliah pada usia 23 tahun atau 24 tahun, dan pengen mau kerja. Apa yang kamu pikirkan..? Nah.. Tengok aja tulisan di atas…. Bener kayak gitu keadaannya? Kasihan sekali kamu yang telah lulus tapi masih memulai berpikir keras tentang “membangun skills” yang kira-kira cocok dengan dunia kerja, atau yang “berprospek bagus buat bikin duit”. Pikiran tentang “membangun skills” tersebut tepatnya ya ketika selama kuliah cuy… Hayo ngapain saja selama kuluah kau hah… haha… Tak tahu apa yang kau lakukan pula kecuali hanya masuk kelas (itupun kalau gak males hehe..) dan hanya berharap kelas segera usai, lulus dengan nilai bagus kalau bisa tanpa capek-capek… Esok hari begitu pula kau jalani hidupmu….. Iya kalau setelah lulus kamu langsung bisa punya business company  yang telah disediain bokap luh…. Andai begitu pun, dengan cara apa kamu running your business company… kalau kagak terlatih? Kagak deket-deket ame urusan kerjaan atau aktivitas yang mengandung unsur pembinaan skills? Sejak kapan melatih diri dengan aktivitas yang bisa men-support pembinaan skills? Jawabannya: sejak awal kuliah! Kagak percaya? Baca lagi awal paragraf ini!

Nah, kalau kira-kira kamu ntar masih harus berjuang keras “cari kerja”, ya jangan sok-sokan seolah-olah sudah punya business company yang tinggal dimasuki doang dong… hehe….

Belajarlah dari pengalaman orang lain, bukti, pengalaman empiris, agar kau tak menyesal nanti… Tanya tuh para seniormu, yang telah lulus duluan…. kek mana kisah perjuangan mereka…

Nah… saya lanjut ya.. anggap berencana mau lulus usia 22 tahun atau 23 tahun.. Sekarang kamu ada di titik mana: usia berapa, semester berapa, sudah bisa apa. Trus bayangin, saat kamu lulus, tu harus sudah punya skills tertentu yang didapet dari pengalaman tertentu (sesuai setting-an skills-mu).

merajut karir sejak sekarang
melatih skills riset politik

Contoh: kamu saat ini semester 4, usia 20 tahun, skills belum jelas, tapi minat di bidang riset sosial atau riset politik (kalau belum punya keminatan… ntar dibahas tersendiri deh…). Maka bayangin tentang skills yang sudah harus kamu miliki ketika kamu lulus usia 22 tahun (2 tahun lagi nih… kamu punya waktu 2 tahun). Waktumu 2 tahun atau 4 semester, atau jika dihitung dengan kalender skills, waktumu cuma 4 kali me-review skills (asumsi 1 skills terbangun dalam 1 semester). Nah, jika kamu berpikir bahwa kamu telah memiliki skills di bidang riset sosial atau politik, dengan tanda bahwa kamu bisa merancang atau mendesain sebuah riset sosial atau politik, misalnya survei, dan bisa menjalankannya termasuk memanage tim kamu, maka pertanyaan yang harus kamu jawab adalah: apa yang harus kamu lakukan agar bisa kayak gitu, berapa lama kira-kira untuk membangun skills tersebut dan kapan mulai melakukannya?

Dan mulailah mengevaluasi apa saja kegiatanmu bareng teman-temanmu? Hepi-hepi ya boleh lah… biar gak setres.. hehe… Nah, disamping hepi-hepi itu… apa saja kegiatan produktifmu yang bisa membangun skills-mu?

Penguasaanmu tentang mata kuliah sangat mendukung dan kompatibel dengan rancang-bangun skills-mu itu. Karena kurikulum telah didesain untuk mencetak skills pembelajarnya. Jika kamu merasa belum mendapatkan apa-apa dari penguasaan mata kuliah itu, berarti ada yang salah di situ.

skills politik
skills riset sosial jadi duit

Mempraktikkan ajaran dalam mata kuliah bisa dilakukan pada saat praktikum, dan selebihnya, kamu praktik sendiri bersama teman-temanmu dengan membentuk suatu team work. Team work ini berorientasi bisnis atau profil juga gak apa-apa jika memungkinkan. Undang dosenmu untuk bisa menyaksikan aksi hebohmu beserta team work-mu! Atau undang sebagai tenaga ahli yang menjadi mentor-mu dan team work-mu. Niscaya beliau akan terkagum-kagum dan mengapresiasi positif serta tergoda untuk memberikan reward misalnya berupa nilai yang memuaskan… (yang terakhir ini pasti kamu suka…).

Sejak kapan itu dimulai? Saran saya: sejak semester 1! Tentu saja level dan target disesuaikan dan ditingkatkan terus seiring bertambahnya ilmu dan wawasanmu.

Cara tersebut terbukti membangun skills seorang pembelajar secara signifikan.

Lha yang berorientasi tak ingin “kerja ikut orang” gimana? Tak mau ah kerja ikut orang… aku mau kerja mandiri aja…

Boleh…. emang kerja mandiri tak memerlukan skills? Ya sangat lah… Kamu akan lebih tertuntut untuk memiliki skills yang lebih jelas.. Karenanya, “masa pelatihan”-mu harus lebih efektif lagi.

“Lhah… saya pengen S2 kok.. Trus lanjut S3…”

Boleh…. emang kamu pikir S2 sama S3 itu berada di angkasa, di dataran teoretik yang sama sekali gak membutuhkan pemahaman dan penguasaan aplikatif atau pemahaman lapang? Atau meniadakan atau menunda kebutuhanmu untuk memiliki skills kayak tadi itu?

Justru S2 dan S3 itu adalah cara untuk MENEGUHKAN bangunan skills-mu yang telah kamu miliki itu. Jika kamu memulai S2 dan S3 dengan pemikiran itu cuma nyambung kisah-kisah teoretik, yakin deh… ilmu S2 bahkan S3 mu itu akan hambar… gak ada isinya, cuma gelar doank.. hehe….

“Ya mau-lah pak…. jaman sekarang kan yang penting casing, soal isi ntar-ntaran aja… hehe… “

Wah kalau ini isi kepalamu, ntar aja deh kutuliskan artikel khusus mengenai makhluk macam kau ini.. hehe…. Lha tulisan ini nih, yang sedang kamu baca ini, khusus diperuntukan bagi makhluk hidup yang bernama ‘manusia’ khusus spesies ‘yang mau berpikir’ hehe……

Lanjut ya….

Desain pendidikan S2 dan S3 itu untuk meneguhkan  bangunan  skill-mu sehingga lebih tampak skills atau keahlianmu secara konkret dan diakui! Kamu telah menjadi seorang ahli di bidang tertentu yang telah diakui oleh dunia akademik dan dunia praktis! Bagaimana caramu untuk mencapai derajat ahli tersebut selama 2 tahun S2 dan 4 (-an) tahun S3 secara konkret? Dimulai dari nol? Atau ngelanjutin kisah-kisah teoretik di kelas ketika S1? Jadi cuma ngebayangin doank? Selamat deh, kamu akan jadi tukang cerita yang sama sekali gak paham apa-apa yang kamu ceritain itu… hehe… Bahkan perilakumu juga gak bakalan mencerminkan derajat ilmumu.. hehe…

Ya tetep lah anakku sayaang… tetep membutuhkan skills yang kudu dibangun pada saat kamu studi S1! Sedangkan S2 dan S3 itu jenjang peneguhan dan pemantapan dari bangunan skills-mu pada jenjang sebelumnya. Lha kalau kamu gak punya ‘sesuatu’ sebagai dasar, lantas apa yang mau kamu teguhkan dan mantapkan? Mikiiiirrr…..

Clear ya… Ketika kamu S1 kamu harus ngapain aja… ?

Nah… di sinilah kadang muncul perkara baru… Sebenernya perkara lama sih, peninggalan jenjang sebelumnya, cuma ketahuan menjadi “penyakit” ya ketika kuliah baru terasa… Apa itu?

Kelakuanmu selama menjadi pelajar SMA/ MA/ SMK! Maksudnya, kelakuan yang berkaitan dengan aktivitas membangun skills atau tepatnya “bakal skills”. Pada jenjang SMA/ MA/ SMK tidak harus berupa skills konkret atau skills jadi, tapi cukuplah “bayangan bakal skills”. Lha ntar “bayangan bakal skills” ini diperjelas atau dipertajam ketika kuliah atau ketika bersinggungan dengan dunia kerja.

Nah, kini giliran membangun dan merancang skills bagi pelajar deh… Ya, bagi kamu yang sedang sekolah di SMA/ MA/ SMK.

Secara prinsip, yang sebaiknya kamu lakuin adalah sama dengan penjelasan di atas, hanya diorientasikan pada pembentukan “bakal skills” yang dibayangkan dan dibatinkan, sesuai dengan jenjang studimu.

Penjelasan di atas membutuhkan “bayangan bakal skills” yang sudah menampak ketika di SMA/ MA/ SMK. Jika belum tampak, maka kamu membutuhkan membayangkannya ketika kuliah! Nah.. boros waktu kan… Ngebayanginnya waktu SMA/ MA/ SMK aja… sambil ngebayangin yang lain-lain… hehe…

Ngebayangin kok “ngelajor” mulu aje loh…. hahaha….

skills anak SMA gak kuliah
lulusan SMA ini punya agrobis

Nah… untuk kamu yang gak pengen kuliah selepas SMA/ MA/ SMK, ya lebih-lebih lagi…. Kamu kudu men-setting skills-mu, keahlianmu selama kamu  sekolah, sejak kelas 1! Sambil praktekkin ilmu yang kamu dapetin di sekolah dengan cara praktek kerja, ikut kerja. Ntar kalau dah lulus SMA/ MA/ SMK, tinggal ngelanjutin doank… Lanjutin aja bisnisan kamu…

Naaa.. sapa tahu dari situ kamu pengen kuliah dengan biaya sendiri misalnya… Kan dah banyak tuh tabungan ilmumu selama kamu kerja itu… Kuliah S1-mu menjadi makin terang benderang… Kamu makin ahli, bahkan bobot keilmuanmu lebih mantap daripada mereka yang gak pernah kerja atau yang kerja praktikum atau latihan kerja. Kan kamu kerja betulan.

Nah, kesimpulannya, untuk tujuan apapun, membangun dan merancang skills pada jenjang SMA/ MA/ SMK bagi pelajar,  mutlak dibutuhkan bagi upaya membangun dan merancang karir bagi SMA/ MA/ SMK dan mahasiswa.

membangun skills dengan kerja
skills terasah dengan kerja

Kalau dilanjutkan, kemajuanmu pada jenjang SMA/ MA/ SMK, dipengaruhi oleh apa-apa yang kamu lakuin dan dapatkan pada jenjang SMP/ MTs. Bener? Dan cara berpikirmu, cara bertindak dan caramu bersikap pada jenjang SMP/ MTs ini dipengaruhi oleh apa-apa yang kamu dapatkan pada jenjang SD/ MI. Dan yang paling dasar, pada jenjang pendidikan usia dini-lah yang paling memberikan dasar pada caramu berpikir dan memberi corak pada karakter pikir dan karakter dirimu. Pendidikan usia dini ada di pendidikan formal, informal, keluarga dan lingkungan sosial.

Nah… tengoklah ke dalam…. tengoklah, saat ini kamu sedang berada pada jenjang apa. Tak usah menengok ke belakang dulu, tak usah tengok macam mana sekolahmu pada jenjang sebelumnya. Sekarang aja dulu…

Tengok dirimu dan catat:

Sudah bisa apakah aku saat ini?

Apa targetku?

Dengan cara apa aku meraihnya?

Apa target studiku?

Dengan cara apa aku meraihnya?

Kapan aku memulainya?

Bagaimana aku (mulai) melakukannya?

Mengapa aku melakukan semua ini?

Kemudian, berpikirlah ke depan…..

Dan… bacalah lagi artikel ini sekali lagi, untuk menyambungkan dengan jawabanmu atas 8 pertanyaan tersebut.

Apa kesimpulanmu?

Apa tindakanmu?

 

Okay….

Selamat membangun diri

Membangun kualitas

Membangun skills

Membangun karir

Ntar, kita sambung ya….

Mendesain Belajar Untuk Pencapaian Goal Bagi  Mahasiswa

 

_______________

Artikel lain yang masih nyambung-nyambung juga:

Cara Berpikir Kreatif dan Memicu Pikiran Kreatif

Cara Mengambil Peluang Dari Suatu Perubahan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s