Metode PQRST

Metode PQRST


metode PQRST

Membaca buku dengan menggunakan metode PQRST, jauh lebih efektif dan menantang. Metode PQRST ini menangkap struktur gagasan dalam buku, sehingga mempermudah penangkapan pemahaman secara utuh. Bukan sekadar “membaca cepat”, namun lebih penting dari itu, -sesuai dengan tujuan membaca buku-, metode PQRST ini adalah memahami isi buku melalui penelusuran struktur gagasan yang terangkai dalam bagian atau bab. Karena pada prinsipnya gagasan yang disajikan dalam buku, yang seolah-olah banyak itu adalah ‘gagasan yang sedikit’, namun perlu dijabarkan secara baik agar mudah dipahami pembaca. Dan penjabaran ini didistribusikan ke dalam bagian dan atau bab, sub bab dst dengan kalimat-kalimat penjelas. Jadinya ya banyak…

Selaras dengan ajaran suhu Sun Zi (Sun Tsu), “pada dasarnya hanya ada 5 nada dasar saja; lagu yang panjang itu hanya kombinasi dari 5 nada dasar itu”. Buku juga begitu. Pada dasarnya gagasan yang ditawarkan ya sedikit, cuma 1 gagasan, dengan dibantu oleh beberapa “sub gagasan” untuk mempermudah, kemudian dibantu dengan aneka kalimat. Jadinya banyak… Lha ini yang “diringkas” dalam 5 langkah ringkas, namun powerful! Jadinya ya “cepat” juga dalam memahami isi buku. 🙂

Saya katakan, metode PQRST ini  “menggenggam segepok ide” yang disuguhkan buku. Teknik menangkap dan menguasai struktur ide membuat pembaca buku menemukan bingkai utuh, sehingga lambat laun secara tak sengaja akan terbina rasa cinta buku, untuk meningkatkan minat baca, juga bisa ketagihan baca… 🙂

Metode PQRST ini sekaligus merupakan cara menajamkan memori otak, karena metode ini bergerak meluncur ke seluruh arena buku atau memindai seluruh teks, kemudian bergerak ke tiap-tiap bagian atau bab, sub-bab, melakukan penandaan kata-kata penting beserta pemetaannya, dan menangkap keterkaitan antar bagian/ bab. Nanti jelasnya di bawah ya… 🙂 Metode PQRST merupakan metode belajar efektif dan baik untuk meningkatkan kecerdasan.

Metode PQRST dalam aplikasinya, pada langkah paling awal, dimulai dengan ‘melihat buku secara keseluruhan dan utuh’ (tidak sebagai kumpulan lembaran berisi ribuan dan jutaan kata), karena pada prinsipnya, buku adalah ‘organisasi-ide’ yang disuguhkan oleh penulisnya. Hanya ada sedikit ide saja, namun jika disajikan secara langsung-penuh, akan sulit dipahami. Karenanya, dipecah-pecah dalam beberapa bagian atau bab, dan dari bagian atau bab tersebut dijabarkan lagi detilnya sehingga menjadi banyak dan tebal tuh bukunya… Padahal aslinya, idenya cuman dikit doank…. hehe… 🙂 Namun, walau “sedikit”, itu ilmu yang penting lho…. Maka…. maukah mempraktikkan metode PQRST ini? 😀

Jika anda akan membaca buku, tebal ataupun gak tebal (ukuran itu relatif ya.. 🙂 ), apa yang terbayang duluan ? Kemudian, apa yang anda lakukan? Bagian buku yang mana yang anda baca terlebih dahulu? Kemudian yang mana? Mengapa?

Metode PQRST ini, saya istilahkan, ‘menggenggam segepok ide’ yang ditemukan dalam buku atau teks, mengenali strukturnya, mengumpulkan, mengurai, dan mengumpulkan.. Bingung? Baca aja terus ya… 🙂

Berhubung buku adalah sekumpulan ide yang didistribusikan dalam bagian atau bab dst, maka sebenarnya ia adalah “sedikit”. Metode PQRST ini merupakan teknik atau langkah-langkah untuk menemukenali struktur ide dalam buku atau teks itu tadi, memahami dan menggenggamnya! Sehingga dengan demikian, kita lebih cepat memahami isi buku teks yang dapat membuat kecanduan membaca! Maka… kelarlah hidup loh wahai buku! Haha.. 🙂

Masing-masing langkah dalam metode PQRST ini merupakan “tertib-lelaku” atau tata urut, sesuai dengan nama metodenya, PQRST, yaitu:

PPreview (Tinjau), maksudnya meninjau isi buku atau teks.

QQuestion (Pertanyaan), maksudnya menyusun pertanyaan.

RRead (Membaca), maksudnya membaca buku atau teks.

SSelf-recitation (Pengulangan sendiri), maksudnya ‘menceritakan kembali’ isi buku (hati-hati, bukan “Summary” lho ya… 🙂 ).

TTest (Uji), maksudnya melakukan tes atau uji atas langkah-langkah PQRS.

 

Okay… kita bahas satu per satu ya….

Preview (peninjauan), Question (pertanyaan), Read (membaca), Self-recitation (pengulangan sendiri,  menceritakan kembali), Test (tes, uji) adalah satu rangkaian langkah yang diterapkan pada keseluruhan isi buku (lihat keterangan setelah langkah-langkah P-Q-R-S-T di bawah).

Inti metode PQRST…

Metode PQRST ini mengandalkan  3 prinsip dasar untuk memahami isi buku atau teks dengan sekaligus meningkatkan daya ingat yakni mengorganisasikan materi, menguraikan materi dan melatih pengingatan.

[mengutip Thomas & Robinson, 1982, yang dikutip Atkinson, 534-535, buku II, p. 665-668].

Langkah-langkah metode PQRST…

  1. Preview (P). Lakukan peninjauan pada seluruh bab dalam buku untuk memperoleh gagasan tentang topik utama. Lakukan dengan membaca secara garis besar saja, tidak perlu mendetail, -yakni dengan membaca ringkasan buku terlebih dahulu), kemudian lakukan skimming (meluncur) bab dengan memberikan perhatian khusus  pada judul bagian utama dan sub-bagian dan mempelajari gambar dan ilustrasi. Aspek paling penting pada langkah preview ini adalah membaca secara cermat ringkasan buku. Pikirkan tiap point dari ringkasan buku tsb, sehingga timbul beberapa pertanyaan, yang harus dijawab kemudian, saat membaca seluruh teks (nanti pada langkah R). Tahap Preview ini mengajari anda: tinjauan tentang topik yang ditemukan dalam bab dan bagaimana topik-topik itu disusun.
  2. Question (Q). Mengubah judul topik yang di-Preview menjadi rumusan satu atau beberapa pertanyaan yang dapat anda jawab nanti pada saat membaca bagian buku tersebut (langkah R). Tanyakan pada diri sendiri: “apa ide utama yang ingin disampaikan oleh penulis di dalam bagian ini”? Inilah inti langkah Question. Buatlah catatan kecil untuk pertanyaan-pertanyaan ini.
  3. Read (R): bacalah tiap-tiap bagian secara cermat untuk mencari makna-nya. Sambil membaca, cobalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tadi muncul pada langkah Q. Sambil renungkan pada apa yang sedang anda baca dan cobalah membuat hubungan dengan hal lain yang anda ketahui (pemikiran asosiasional, sambil berkhayal 🙂 ). Buatlah catatan kecil atau tanda untuk menandai point-point yang anda anggap penting dalam bacaan, tetapi jangan terlalu banyak yang dapat mengaburkan makna keseluruhan teks ketika dibaca ulang.
  4. Self-recitation (bukan “Summary”.. Kalau “summary” mah ada di bagian Preview tadi… 🙂 Lha sebelum melakukan preview buku teks kan membaca summary (ringkasan) buku tersebut, beserta catatan kecil yang dibuat pada langkah Q dan R). Self-recitation ini merupakan bagian paling penting! Self-recitation adalah menanamkan materi ke dalam memori anda. Caranya, ingat lagi atau ambil lagi catatan yang tadi anda buat pada bagian P, Q dan R, kemudian ingat-ingatlah gagasan utama tadi, dan ceritakan informasi itu (ngomong sendiri, dengan bahasa sendiri). Bukan hapalan lho ya…. tetapi menceritakan kembali (dengan bahasa sendiri, berbeda redaksi ya ndak apa-apa, yang penting ide atau gagasannya sama. Kemudian, lakukan kroscek dengan teks (buku) untuk memastikan bahwa anda telah menceritakan kembali isi buku tadi dengan benar dan lengkap. Langkah Self-recitation ini maknanya adalah mengungkapkan kekosongan dalam pengetahuan anda dan membantu anda menyusun informasi dalam pikiran anda! Langkah P, Q, R, S ini aplikasikan pada keseluruhan buku dan tiap-tiap bab dalam buku tersebut.
  5. Test (T). Setelah selesai mengaplikasikan P, Q, R, S pada tiap-tiap bab, kemudian tinjaulah semua bahan tersebut. Lihat kembali catatan anda pada langkah P, Q, R, dan S tadi dan ‘tes’ atau uji-lah ingatan anda tentang hal-hal penting. Pada langkah ini, cobalah anda pahami bagaimana berbagai fakta berhubungan satu sama lain dan bagaimana mereka disusun dan dirangkai dalam satu bab, dan bagaimana ide dalam satu bab tersebut, berangkai-bertautan dengan ide pada bab-bab yang lain, dan bagaimana pula rangkaian ini dibuat! Langkah tes ini mungkin menyebabkan anda mengulang sekilas bab untuk melihat fakta dan gagasan penting (bacalah juga ringkasan bab). Pada langkah ini anda memiliki lebih banyak ide berkaitan dengan materi yang telah anda “PQRST-kan” ini, so janganlah ragu, berkhayallah lebih liar untuk menambahkan beberapa detail yang berhubungan dengan ide tulisan itu. Lakukan langkah T ini secara berurutan waktu dengan langkah-langkah sebelumnya yakni PQRS agar nyambung (jangan buang waktu atau nunda ya… 🙂

Keterangan teknis:

  1. Pada langkah awal, yakni P (Preview), terapkan pada keseluruhan isi buku atau teks.
  2. Langkah Q, R dan S terapkan pada tiap bagian utama bab. Pelajari satu demi satu bab sambil menerapkan Q,R,S untuk tiap bagian sebelum melanjutkan ke bagian selanjutnya. Sebelum membaca bagian, bacalah judul bagian dan judul sub-bagian. Kemudian, ubahlah judul topik menjadi satu atau beberapa pertanyaan (lihat langkah Q di atas ya..).
  3. Test diterapkan pada keseluruhan isi buku.

Nah.. selesailah 5 langkah PQRST nya… 🙂 Gimana… asyik kaan….. 🙂

Metode PQRST ini, menurut sumber yang saya rujuk, Thomas dan Robinson (1982), terbukti sangat menolong dan lebih baik daripada membaca buku atau bab begitu saja… 🙂

Jangan lupa, ketika mengaplikasikan metode ini, baca ringkasan buku atau bab sebelum memulai langkah P ya… 🙂 karena sangat mantap tu jika dilakukan… 🙂

Menurut Reder & Anderson (1980), membaca ringkasan buku sebelum melakukan langkah P, sangat membantu ketika melakukan langkah P dan Q  serta sangat membantu dalam menyusun point-point pada langkah R.

Okay….

Pada metode PQRST ini, langkah S-lah yang pegang kunci. Selanjutnya, setelah anda punya jam terbang lumayan menggunakan metode PQRST ini, suatu saat anda akan berkesimpulan, bahwa inti metode PQRST ini adalah pada langkah S, sehingga anda kelak akan langsung memulai membaca dengan metode ini dengan langsung melakukan langkah S yang didahului membaca ringkasan buku atau bab! Lho.. kok bisa… coba praktekkin dulu ya….. ntar-ntaran aja diskusinya kalau dah praktik… 🙂

Kalau sudah….. ntar-ntaran juga boleh upgrade…. ke Memahiri Metode PQRST

Mendalami dan memahiri metode PQRST pada tingkat lanjut <—-  [hanya boleh dilatih oleh mereka yang telah memiliki “jam terbang” menggunakan metode PQRST dengan benar setidaknya 5 buku]. Ini bocorannya…

Sebelum mikirin Memahiri Metode PQRST, coba deh pikirin ini dulu tipis-tipis…. Saya dah siapin 12 jurus sakti yang harus direnungkan… Direnungkan doank ajalah dulu… 🙂

  1. Apa yang anda rasakan ketika melakukan langkah P?
  2. Ketika P, seberapa jauh bentangan imajinasi anda membuat pertanyaan?
  3. Ketika P, seberapa jauh ketepatan anda menjawab pertanyaan?
  4. Catat hasil 2 dan 3.
  5. Ketika Q, seberapa jauh bentangan imajinasi anda membuat pertanyaan?
  6. Ketika Q, seberapa jauh ketepatan anda menjawab pertanyaan?
  7. Catat hasil 5 dan 6.
  8. Ketika R, seberapa jauh ketepatan anda menjawab pertanyaan? Catat hasil 8.
  9. Bandingkan hasil point 4, 7 dan 8. Catat hasil evaluasi anda.
  10. Ketika S, seberapa jauh bentangan imajinasi anda dalam menceritakan kembali?
  11. Mengapa? Jawablah point 10 ini dan bandingkan jawaban anda dengan jawaban anda pada point 9. Catat.
  12. Apakah anda telah dapat menemukan titik keunggulan dan kelemahan anda? Catat.

Catatan pada point 12 tersebut boleh anda diskusikan di sini.

Sementara, cobalah menyimpulkan ini:

Apa kemudahan anda dalam melakukan metode PQRST?

Apa kesulitan anda dalam melakukan metode PQRST?

Apa kemajuan yang telah anda peroleh setelah menggunakan metode PQRST ini?

Apakah Metode PQRST ini memiliki kekurangan?

Setiap teori, metode, jelas memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, termasuk metode PQRST ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Tentang kelebihan atau keunggulan metode PQRST telah kita bahas. Nah sekarang kita bahas kekurangan metode PQRST. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan kekurangan metode PQRST itu.

Apakah kekurangan metode PQRST ini?

Sebagai sebuah metode baca buku teks, saya melihat metode PQRST ini sudah bisa membawa pemahaman bagi penggunanya. Kekurangan biasanya terjadi pada wilayah aplikasi atau penerapannya. Kadang seseorang mengalami kondisi mental yang kurang mendukung ketika mempraktikkan metode belajar atau metode baca seperti Metode PQRST ini. Jika ini yang terjadi, maka penerapan metode PQRST ini sebaiknya diimbangi dengan penyiapan kondisi mental yang lebih stabil. Ibarat mobil, dipanasi dulu. Misalnya dengan permainan yang merangsang keaktifan otak kiri – otak kanan, atau permainan-permainan lain. Ini untuk menyiapkan kondisi emosi agar lebih nyaman dan klik ketika mempraktikkan metode PQRST. Atau, bisa jadi seseorang mengalami kesulitan ketika men-scanning buku teks. Ketika scanning (baca sekilas) keseluruhan buku, kemudian lanjut ke membaca per bagian atau per bab, yang hasil scanning jadi lupa. Ini memang memerlukan latihan dan sedikit kesabaran. Kadangkala membuat catatan kecil ketika menyelesaikan langkah P – Q – R – S terasa sedikit meribetkan, beberapa orang kadang kurang sabar, dianggapnya tak begitu berguna, mending baca langsung aja semua dari awal, tanpa aturan yang berputar-putar. Justru tiap-tiap langkah P – Q – R – S (sebelum T, Test) itu adalah batu loncatan ke pemahaman berjenjang, untuk “mengumpulkan seluruh gagasan buku”, yang nantinya hasil pengumpulan “serpihan catatan” ini terkumpul dengan sendirinya pada langkah T (coba rasakan ya…).

Nah, kadang pula pada langkah ini sebagian orang merasakan “kok tidak nyangkut ke otak ya…”. Wah ngapain pula ribet pakai langkah-langkah P-Q-R-S-T segala, mending baca aja langsung…………

Pernahkah mengalami hal seperti ini?

Jika mengalami hal seperti ini, yang perlu dilakukan adalah, mengevaluasi cara anda mencatat dan mengingatnya, atau dalam istilah saya, “menanamkan ke memori dan mengaksesnya kembali”. Semacam meletakkan sebuah buku pada rak buku yang besar dan berisi banyak buku. Bagaimana cara meletakkan dengan baik supaya gampang diambil?

Menanamkan hasil rajutan yang telah dicapai ketika mempraktikkan metode PQRST ke memori otak sehingga kita mudah mengaksesnya kembali, mudah mengekspresikannya dalam bentuk tulisan, presentasi, wawancara, pembicaraan, dsb., bisa kita lanjutkan pada sesi Memahiri Metode PQRST.

Tingkatkan kemahiran anda dalam menggunakan metode PQRST ini, untuk menutup atau menambal kekurangan yang anda alami dan memperkuat point keunggulan anda (yang tadi anda tulis). Dapatkan kemampuan yang jauh lebih powerful, dengan melibatkan memori jangka panjang, menancapkan ke memori dan pengaturan path dalam memori sehingga memudahkan mengaksesnya kembali dan “menceritakan kembali” dengan runtut dan gak lupa!

 

Kesimpulan dan Saran:

  • Metode PQRST efektif untuk membantu memahami buku teks.
  • Kekurangan yang dirasakan, biasanya terjadi pada tahapan praktik, atau ketika mempraktikkan metode PQRST.
  • Kekurangan dimaksud, terjadi sebagaimana analisis saya di atas.
  • Untuk “menambal kekurangan” atau tepatnya “meraih hasil yang lebih baik dan optimal”, adalah dengan cara mempraktikkan metode PQRST, kemudian dilanjutkan dengan menajamkan penancapan hasil PQRST ke sistem memori otak agar lebih mudah diakses kembali dan dituangkan dalam bentuk tulisan, omongan, dsb.
  • Point terakhir ini dibahas di Memahiri Metode PQRST.

 

Usaikah urusan baca membaca atau belajar ini…? Masih ada jurus sakti lain… Tapi ntar aja lah… biar ndak pusing ntar… Ini dulu aja… kuasai dulu metode PQRST berikut Memahiri Metode PQRST. Ampuh kok ini.

 

metode belajar efektif
silakan klik gambar ini untuk informasi lebih lengkap tentang MiracleLearning™

Metode lain yang kompatibel dengan Metode PQRST dan  Memahiri Metode PQRST”, sudah ada. Jika ingin tahu, boleh baca (sebatas tahu aja ya…), tetapi belum boleh mencoba. Mengapa? Biar anda gak bingung aja. Kuasai dulu Metode PQRST.

Suatu saat nanti, jika ingin melanjutkan atau meningkatkan kemampuan, boleh lanjut  keMemahiri Metode PQRST”, kemudian boleh lanjut lagi ke metode yang saya ciptakan ini, yakni  MiracleLearning™ .

 

Selamat mempraktikkan..

Catat perkembangan anda…

Salam… 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s