Meutilisasi Peristiwa Alam Untuk Pemberdayaan Diri

Meutilisasi Peristiwa Alam Untuk Pemberdayaan Diri


belajar dari alam untuk pemberdayaan diri
utilisasi peristiwa alam untuk pemberdayaan diri

Gerhana matahari. Mengapa orang tak melewatkan peristiwa ini? “Segeralah take action (melihat gerhana matahari), atau anda takkan dapat menyaksikannya seumur hidup!” Bisakah energi ucapan ini ditransfer ke ranah pribadi, misalnya: “Segeralah take action untuk move on, melakukan perubahan diri, atau, waktu yang akan menghabisi anda!”

Fenomena alam gerhana matahari, sebagai contoh, memiliki makna secara sosial dan budaya. Ini merupakan peristiwa yang melibatkan Sang Kala, Sang Waktu, yang baik sekali ditransformasikan untuk mengenergize penciptaan goal setting dalam timeline programming hidup seseorang!

Gerhana matahari total. Rupanya tak ada seorangpun di negeri yang tertinggal informasi gerhana matahari total yang terjadi pada 9 Maret 2016. Di beberapa titik lokasi, misalnya di Ternate dan Pontianak, peristiwa ini membuat siang hari benar-benar tampak seperti malam. Di tempat lain gerhana matahari tampak matahari sabit berikut pergeserannya. Beraneka macam peristiwa sosial dan budaya terkait gerhana matahari ini. Menarik. Tulisan ini tidak hendak membahas fenomena alam ini dari perspektif astronomi, namun hendak menyisir sisi kemenarikan dari sisi kemampuan peristiwa ini dalam menyedot perhatian publik, dan mengapa orang sangat memperhatikan dan tidak mau meninggalkan atau mengabaikan peristiwa ini. Mulai dari menyaksikan di televisi, menyaksikan langsung ke lokasi-lokasi gerhana, membuat foto, hingga membuat meme lucu terkait gerhana, dsb. Mengapa sampai demikian jauh dan heboh? Adanya perhatian ! Attention ! Fokus !

Hebatnya peristiwa gerhana ini adalah mampu membuat orang take action segera setelah mengetahui atau mendapat informasi tentangnya!

Pertanyaannya: bisakah seseorang segera take action setelah mendapat sesuatu informasi yang bermanfaat baginya?

Misalnya, setelah mengetahui ada cara efektif dan menyenangkan untuk segera move on dari sebuah kegamangan hati atau dari sebuah keterbelitan yang tidak jelas, atau menata planning hidup dan karir, planning belajar dan karir studi dengan pendekatan rasionalitas pikiran (kesadaran luar) dan “rasionalitas kesadaran di dalam”, bisakah take action segera?

Energi apa yang mendorong seseorang untuk segera take action melihat gerhana, datang ke lokasi walaupun jauh, dan melakukan sekian tindakan terkait hal tersebut? Apa alasan seseorang rela melakukan itu semua? Karena gerhana matahari total adalah peristiwa langka? Terjadi dalam kurun waktu sekian ratus tahun sekali? Sehingga seumur-umur tidak akan pernah menyaksikan lagi? Maka, take action now! Or, never get it in your whole life? Lakukan sekarang, atau, seumur hidup takkan pernah menyaksikannya lagi? Yes ! Masalah WAKTU kan?

Men-setting tujuan hidup (goal setting) yang ditanamkan dalam timeline hidup adalah sebuah master plan mendasar yang mengedukasi bawah sadar dan membangkitkan energi kesadaran internal untuk mengaktifkan elemen kesadaran luar (rasio pikiran) berikut segenap unsur pendukungnya yakni keseluruhan sistem kesadaran, kemauan, semangat berikut organ tubuh secara fisik.

Ini juga persoalan WAKTU!

Jika terlambat melakukannya, akan sulit mengenali, mengendalikan dan meutilisasi (mendayagunakan) potensi hebat ini untuk lebih menyadarkan dan membangun semangat dan bangkit dari dan melawan kemalasan.

Seperti peristiwa gerhana, yang jika kita terlambat mendapatkan momen-nya, maka kita tidak mendapat apa-apa, maka, mengisi program hidup (timeline programming) sambil me-manage waktu-hidup adalah perkara waktu. Waktu-lah yang akan berkontribusi positif terhadap kita (men-support), dan waktu-lah yang akan memenggal kita !

Atas dasar penghormatan terhadap WAKTU (KALA) inilah budaya Jawa menjaga “kala” dan mengedukasi bawah sadar mereka dan anak-anak dalam masyarakat budaya Jawa dengan mempersonifikasikan WAKTU (KALA) dengan sebutan “Bathara Kala”, yang dikatakan akan meng-gondol (melarikan dan menyembunyikan) seseorang jika tak melakukan sejenis ritual tertentu, pada moment tertentu. Dan dalam literatur Sanskrit, Bathara Kala merupakan saudara keempat dari trilogi yang telah dikenal: Bathara Brahma, Bathara Wishnu dan Bathara Shiwa dengan karakter penciptaan, pemeliharaan dan penghancuran. Dan, Bathara Kala, yang amat jarang disebut dalam konteks ini, adalah simbol penguasa waktu (kala), yang mengantarai dan melingkupi atau menjadi atmosfer bagi penciptaan, pemeliharaan dan penghancuran. Itulah “Kala”. Waktu. Karakter penciptaan, pemeliharaan, bahkan penghancuran, selalu terkait dengan Kala (Sang Waktu). Maka, tak heran jika masyarakat Muslim sangat menghargai Sang Waktu atau Sang Kala ini, berdasarkan salah satu ajaran mereka, “Demi Masa” (Demi Waktu), yang ada dalam salah satu surat dalam Kitab Suci umat Muslim. Inilah sebagian dari bentuk-bentuk budaya masyarakat kita terkait “Waktu” (Kala).

Dan kembali pada gerhana matahari total, yang merupakan perebutan Waktu/ Kala/ Moment, antara peristiwa alamnya dengan manusianya yang akan menyaksikan, maka akan berlaku ucapan: “segeralah take action (melihat gerhana), atau anda tak akan dapat menyaksikannya lagi seumur hidup anda!” Itulah berkuasanya Sang Kala, Sang Waktu.

Bisakah energi ucapan tersebut ditransformasikan menjadi energi untuk keperluan ini:

“Segeralah take action untuk move on, atau anda akan ketinggalan waktu, karena waktu berjalan terus dan tak akan pernah menunggu atau kembali pada anda!”

Kesadaran akan Sang Kala / Waktu

membuat munculnya

ATTENTION

dan

FOKUS

kemudian menggerakkan

TAKE ACTION NOW !

 

Catatan:

Tulisan ini merupakan repost dari posting lama (10 Maret 2016) di http://www.MiracleWay.web.id (telah off) yang berjudul “Gerhana Matahari dan Sang Kala”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s