Terapi Konsep Diri

Terapi Konsep Diri


Terapi Konsep Diri adalah edukasi mental pada diri seseorang secara mendalam dengan mengakses unsur KESADARAN INTERNAL-nya sendiri dan membiarkan “unsur kebijaksanaan diri yang paling dalam” ini yang berbicara dan membimbingnya. Dimulai dari MENGENALKAN,  kemudian MERASAKAN dan dilanjutkan dengan MENDAYAGUNAKAN KONSEP DIRI FUNDAMENTAL ini untuk melakukan perubahan-perubahan dalam dirinya (personal change) sesuai dengan apa yang dikehendaki atau diprogramkan.

Terapi Konsep Diri ini untuk mengenali dan menemukan kembali “unsur atau bagian dari diri yang hilang” karena suatu sebab misalnya pengalaman traumatik atau “penggalan kisah yang belum selesai” di masa lalu, pengalaman kesedihan, persepsi yang “keliru” atau ‘menyalahi hukum keselarasan semesta’, dll.

Pada contoh pengalaman berikut ini, tampak bahwa suatu pengalaman menyedihkan yang berbenturan dengan pemahaman “konsep tentang suatu nilai” yang dimiliki oleh seseorang acapkali memunculkan konflik batin yang makin menyakitkan, dan menyebabkan “hilangnya” kontrol diri.

“Aku kehilangan diriku”. Begitulah jika dikatakan, untuk menggambarkan seorang klien yang mengalami trauma akibat guncangan mental setelah peristiwa menyedihkan yang menimpanya setahun sebelumnya.

Seorang direktur (laki-laki, 48 tahun) lembaga entrepreneur sosial, di Malang, Jawa Timur, seorang pimpinan yang baik, sangat memotivasi anggotanya (karyawan), pekerjaannya bagus dan bisa memberi contoh produktivitas yang bagus kepada anak buahnya. Dan para anak buahnya (anggota/ karyawan) pun menyukainya. Maaf, tidak ada sebutan baku untuk para pekerja di lembaga ini. Bukan sebutan “karyawan” ataupun “anak buah” atau semacamnya. Semua disebut “kawan”. Egaliter sekali. Suasana nyaman pun terasa. Saya pun cukup sering main-main ke lembaga ini untuk ngobrol dari obrolan ringan hingga serius. Sang direktur adalah kawan saya. Dan semua “pekerja” di situ adalah kawan saya juga.

Hingga suatu saat, suasana berubah drastis setelah musibah keluarga sang direktur menghampirinya. Musibah ini sangat menghantam diri sang direktur. Sang direktur yang dulunya periang menjadi lebih banyak murung. Penuturan para karyawannya menyatakan bahwa sang direktur ini lebih sering berdiam diri, jarang bicara, murung, dan ketika bicara sering diulang-ulang seolah-olah dirinya sendiri lupa apa yang dibicarakan. Dan sering mengulang pertanyaan walaupun pertanyaan yang sama telah dilontarkannya. Memang tetap tidak pernah memarahi “karyawan”-nya, seperti biasa. Tetapi perubahan suasana personalitas seperti ini sangat dirasakan ‘karyawan” kantornya. Seolah diri telah kehilangan dirinya! Dia mengalami gangguan dalam konsep dirinya yang utuh.

Hingga pada suatu ketika, sang direktur ini ngobrol dengan saya perihal apa yang dirasakannya pada saat ini yang sepertinya sedang mencapai puncaknya. Intinya, dia ini menceritakan apa-apa yang dirasakannya dan ia ingin sekali membuang apa-apa yang mengganggunya tersebut. Dia mengatakan, yang paling menganggunya adalah bahwa dia sekarang (saat itu) sangat sulit fokus, pikiran sering melayang bahkan di saat kerja.

Singkat cerita, saya dan dia sepakat untuk melakukan terapi. Sesi terapi berlangsung sekitar 3 jam, karena diselingi ngobrol, penjelasan-penjelasan, evaluasi dan eksplorasi emosi. Selama sesi, dia ditemani oleh salah seorang karyawan kantor yang juga ikut sesi (walaupun saya juga tidak tahu apa masalahnya. Pokoknya ikut saja). Sesi dibagi 3 tahapan (disesuaikan dengan kondisi klien) untuk mengantar 2 beliau ini ke ‘state yang lebih mendamaikan emosinya’, untuk memasuki dalam dirinya, mengakses KESADARAN INTERNAL, membangkitkan KONSEP DIRI yang murni.

Berbeda dari terapi saya sebelumnya, kali ini saya melakukannya tanpa kata-kata terapeutik atau sugesti verbal, tetapi saya membimbing klien untuk memasuki KESADARAN INTERNAL-nya sendiri dan membiarkan “unsur diri yang paling dalam” ini yang berbicara dan membimbing klien. Yakni, PENGENALAN dan PENDAYAGUNAAN KONSEP DIRI FUNDAMENTAL! Proses penyembuhan atau normalisasi mental terjadi pada level ini.

Pada tahap 1 saya evaluasi, keduanya mengalami “sensasi emosi” yang nyaman, berbeda dari kenyamanan sebelumnya yang ia rasakan dalam aktivitas penenangan diri. Pada tahap 2, keduanya merasakan efek yang jauh lebih kuat dari tahap 1, bahkan sang direktur ini merasakan “kekuatan lain” yang belum pernah dirasakan dan alami sebelumnya, yakni kuat duduk bersila hingga lebih dari 30 menit! Biasanya, jangankan 30 menit, bersila selama 5 menit saja sudah kesemutan. Emosi yang ia rasakan makin nyaman dan kuat (merasa kuat dari dalam). Dan pada tahapan ke-3, sensasi rasa emosi yang mengalami penguatan menyeruak ke tubuh fisik. Dia menuturkan bahwa dia merasakan perbaikan di bagian punggung sebelah bawah yang memang menjadi masalah baginya (pada awalnya niatannya hanya untuk penenangan diri dan penguatan emosi saja). Yah, anggap saja itu bonus. Dan yang terkait dengan “apa-apa yang ingin dia buang”, dia mengatakan, telah banyak berkurang, kira-kira 50%-an. Dia merasakan jauh lebih nyaman. Memori-memori positif pun bermunculan tanpa bisa dicegah, termasuk pengalaman mengaji kitab suci di masa kecil dan suaranya sendiri yang mengaji langsung muncul kembali, dan itu sangat membahagiakan dan mengenergi dirinya.

Sedangkan sang karyawan yang ikut juga dalam sesi dengan 3 tahapan juga, mengalami hal yang hampir sama, yakni kondisi emosi yang lebih stabil dan kuat, hanya bedanya ia merasakan degup jantungnya lebih cepat, yang kemudian ia rasakan saja tanpa melawan, maka ia “dapat berdamai dengan degup jantung yang mengencang itu”. Hanya kira-kira setengah menit degup jantung itu namun kemudian kembali tenteram. Secara tidak sengaja, beliau ini telah mempraktikkan ajaran “berdamai dengan ketidaknyamanan”.

 

Terimakasih tak terhingga kami sampaikan kepada Tuhan…

Bimbingan, bantuan dan kasih sayang-Nya kepada hamba-Nya memang tiada batas…

#konsepdiri

#terapidiri

#kesadaraninternal

#terapikonsepdiri

 

 

Iklan

Satu tanggapan untuk “Terapi Konsep Diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s