Anak Cerdas Berprestasi Tapi Mental Down

Kasus yang ini sebenarnya tidak unik karena siapapun bisa mengalami kondisi mental down. Jika sudah down, maka semangat juang jadi hilang, tidak tenang dan tidak mampu menguasai diri. Dalam banyak kasus bahkan diikuti dengan rasa nyeri pada lambung dan bagian pankreas. Jika keterusan ya bahaya juga, bisa terkena sakit fisik betulan. Namun jika kasus tersebut menimpa seorang anak (pelajar) yang tergolong “anak pintar”, cerdas, berprestasi dan tidak ada maslaah dengan pergaulan sosialnya, ini bisa dibilang “aneh”. Karena umumnya, “anak pintar” itu identik dengan “tidak ada masalah” .

NA, seorang pelajar berprestasi, cakap berkomunikasi pula, bahasa Inggris juga OK bahkan sering menjuarai berbagai event lomba mulai tingkat kota/ kabupaten hingga provinsi. Nah lu.. tambah aneh kan…. 😀 Lanjutkan membaca “Anak Cerdas Berprestasi Tapi Mental Down”

Sakit Jika Belajar

KONFLIK DIRI – SAKIT JIKA BELAJAR

[dari Pengalaman Klien dengan kode 101210003, 15 tahun]

Pernah dengar atau mungkin mengalami sendiri, seseorang yang mengalami konflik / “perang batin”, antara ingin melakukan suatu kegiatan tetapi di saat yang sama tindak ingin melakukannya karena pertimbangan rasional? Perasaan seperti sering muncul dan berkecamuk di kepala dan membuat sakit kepala. Semakin dipikirkan semakin sakit pula. Akhirnya cemas, gelisah, stress pun menghampiri… Jika keterusan bisa bahaya lho… Kemunculan simtom-simtom psikis semacam ini tidak hanya monopoli para orang tua, namun juga bisa mengenai anak-anak muda.

Keadaan akan semakin buruk ketika berurusan / terbentur/ teringat/ melihat/ mendengar orang atau benda/ objek yang semakin mengingatkannya pada perasaan tidak enak tadi itu. Jika berhubungan dengan rumah, maka biasanya ia akan tidak betah di rumah, makanpun tidak enak. Maka tak heran jika “pengidap” simtom ini lebih suka di luar rumah (*tapi tidak semua kasus mereka yang lebih suka di luaran mengidap simtom ini lho.. 😀 bisa juga karena sebab lain.. sst.. ini bukan soal kegiatan / pekerjaan lho, tetapi soal “kecenderungan yang tidak bisa dijelaskan”). Lanjutkan membaca “Sakit Jika Belajar”

Atasi Malas Belajar Secara Cepat

Kasus “malas belajar” di kalangan pelajar ini memiliki banyak sekali penyebab, berbeda antara satu pelajar dengan yang lainnya. Dan dari semua kasus yang saya tangani, selalu berkaitan dengan masalah lain dan juga diikuti dengan masalah lain.

Dan, uniknya, saya sering tidak menangani secara langsung ke persoalan “malas belajar”, tetapi saya terapi masalah lain yang kadang juga tidak disampaikan oleh klien (dan tidak perlu disampaikan). Kebanyakan dari mereka memang hanya menyampaikan gejala-gejala (simtom) yang ia rasakan, misal merasa malas (belajar). Padahal bukan itu masalah utamanya. Itulah yang harus saya telusuri akar masalah dari klien yang mengadu dan mengaku terkena “penyakit malas belajar”. Lanjutkan membaca “Atasi Malas Belajar Secara Cepat”

Menumbuhkan dan Memperkuat Percaya Diri

menumbuhkan dan memperkuat percaya diri
percaya diri adalah tentang caramu melihat dan menghargai dirimu sendiri

Dari pengalaman membantu klien, persoalan percaya diri (PD) ternyata mendominasi kasus terapi baik klien umum maupun pelajar.

Di kalangan pelajar, persoalan “tidak PD” ternyata tidak hanya milik pelajar yang selama ini dianggap “anak-anak yang kurang berprestasi”, bahkan terjadi pula pada anak berprestasi ! Jadi, siapa saja bisa terkena sindroma “tidak PD-istis” ini… waspadalah.. 😀

Saya unjukkan satu contoh kasus di sini, seorang anak, NUA (Klien Kode 101210002, 13 tahun; identitas klien dirahasiakan, kecuali ybs mengijinkan), 13 tahun, pelajar berprestasi, punya banyak teman, tetapi mempunyai problem penampilan dan bicara yakni terlalu memikirkan agar penampilan dan pembicaraannya tidak boleh salah (perfeksionis) sehingga ia membutuhkan waktu lebih lama untuk berbicara (termasuk di depan umum),  bicara kurang lancar, tidak jelas dan (ia mengakui) tidak percaya diri.. Nah lu…. pinter kok gak PD sih… Dan, suatu ketika ia harus perpidato di depan publik pada acara perpisahan sekolahnya, mewakili murid-murid yang lulus. Ia didaulat untuk itu sebagai penghargaan atas prestasinya: nilai tertinggi. Nah… masalah mulai terasa…

self conf button

 

 

Lanjutkan membaca “Menumbuhkan dan Memperkuat Percaya Diri”