Pikiran Terhubung Dengan Orang Lain?


Pernahkah suatu ketika Anda memikirkan sesuatu, secara “kebetulan” sesuatu yang terlintas pada pikiran Anda tersebut tiba-tiba saja nongol? Atau tiba-tiba teringat pada seseorang, terbayang wajah seseorang, kenapa teringat pada dia, kenapa teringat mantan, dsb. Mungkin anda bingung kenapa anda tiba-tiba memikirkan seseorang. Kebanyakan orang lantas berpikir, apakah dia juga memikirkanku ya? Cukup banyak orang berpendapat apakah jika kita memikirkan seseorang dia juga memikirkan kita? Kemudian sibuk dengan mencari arti tiba-tiba teringat seseorang, arti terbayang wajah seseorang, arti memikirkan seseorang. Tentunya, tiba-tiba teringat seseorang atau tiba-tiba berpikir tentang seseorang berbeda arti ya dengan memikirkan seseorang terus menerus… hehe.. Yuk kita urai ya…

Jika anda tiba-tiba memikirkan seseorang, apakah seseorang itu juga memikirkan anda? Kita mulai pembahasan ini dari hal yang paling “sederhana” hingga “rumit” ya… hehe… 😀

Gini deh.. Ini yang “sederhana”. Pernahkah anda ketika sedang memikirkan atau membayangkan seorang sahabat, dan kemudian pada saat yang hampir bersamaan, anda menerima telepon atau SMS atau WA dari sang sahabat tersebut?

Ternyata di saat yang sama dia juga memikirkan Anda. Atau pernahkah Anda mengirimkan SMS atau WA pada teman dan teman Anda pun demikian? Kok nyambung ya…. Jangan-jangan…. waduh….. Tenaaaang, don’t worry... jangan panik dan menuduh teman Anda menggunakan sejenis “ilmu klenik”.. hehe.. 😀

Itu karakter dari pikiran. Pikiran memang dahsyat kok, jika kita tahu cara menggunakannya. Pikiran terhubung dengan orang lain, jika kita bisa mendayagunakannya sesuai karakter ini. Apakah ini sebangsa telepati?

Fenomenanya sih iya, tetapi telepati dalam arti sengaja menghubungkan dengan pikiran orang lain, akan saya bahas tersendiri saja: Fenomena Telepati di Era Modern dan Bagaimana Menggunakannya untuk Keperluan Bisnis, Karir, Mencari Pekerjaan dan Jodoh.

Tentang pikiran yang tiba-tiba nyambung atau terhubung dengan orang lain, kejadian ini lumrah terjadi dalam alam pikiran manusia. Pikiran manusia ternyata bisa sambung-menyambung gitu dengan pikiran orang lain.

Ada daya tarik-menarik di antara para pikiran itu. Hal yang demikian ini, meminjam bahasanya orang bule disebut Law of Attraction atau sering disingkat “LoA” (Hukum Tarik Menarik) yang terjadi antar pikiran manusia.

Ketika sedang berpikir, melakukan olah pikir, maka pikiran manusia melepas semacam gelombang ke luar, tergantung macam pikian yang dikeluarkan (ada di video pada bagian bawah artikel ini).

Kalau pikiran positif yang terpancar keluar, maka akan menarik pikiran positif juga. Demikian pula jika pikiran negatif yang terpancar keluar, akan menarik pikiran negatif pula. Intinya, pikiran akan bertemu dan menarik pikiran yang sama atau sejenis.

Berikut adalah beberapa kejadian kecil yang bisa direnungkan untuk memahami secara gampang tentang apa itu Law of Attraction (LoA) yang saya cuplik dari http://www.lingkarLoA.com dan http://www.belajarNLP.com yang digawangi oleh begawan NLP Indonesia, Ronny F. Ronodirdjo.

Jika Anda pernah membaca bukunya Michael Losier “The Law of Attraction“, maka akan melihat bagaimana Michael Losier membahas LoA menggunakan ilmu NLP (Neuro Linguistic Programming).

Ilmu NLP ini dikenal sebagai demistifying tools, yakni alat (perangkat berpikir) yang me-non-mistis-kan sesuatu yang sebelumnya dianggap mistis menjadi gejala sehari-hari biasa.

Sebagai gambaran yang lebih jelas, silakan jawab pertanyaan ini:

Pernahkah Anda mengalami suatu kondisi di mana Anda baru melamunkan suatu makanan yang enak, tiba-tiba ada yang mengantarkan (mentraktir, memberi) Anda makanan yang Anda harapkan itu?

Pernahkah Anda mengalami suatu kondisi di mana Anda baru saja membayangkan wajah seorang sahabat sambil mengenangkan manisnya hubungan Anda, dan tiba-tiba sahabat Anda itu menelepon Anda, atau justru tiba-tiba muncul di depan Anda?

Pernahkah Anda mengalami suatu kondisi di mana Anda suatu saat pernah berkhayal / berimajinasi / bervisualisasi tentang suatu pergi berkunjung ke luar negeri yang anda inginkan. Tiba-tiba suatu saat Anda mendapatkan bonus liburan dari seseorang / suatu organisasi (kantor Anda, hadiah bank, lucky draw, pemerintah, dll) padahal Anda tidak pernah meminta hal itu pada mereka.

Pernahkah Anda mengalami suatu kehilangan benda tertentu, namun Anda meyakini bahwa benda itu tidak benar-benar hilang. Kemudian saat Anda rileks, membayangkan benda itu sambil mengingat gunanya dan merasa bahwa benda itu sangat bermanfaat, kemudian tiba-tiba Anda seperti “didorong” pergi ke suatu tempat tertentu, dan “gubrak”, Anda menjumpai benda itu disitu? Padahal rasanya Anda sudah kesitu sebelumnya, dan bahkan Anda tidak ada dugaan bahwa benda itu disitu.

Pernahkah Anda sedang tertarik dan berminat sekali mengenai suatu topik, kemudian saat berjalan di toko buku/perpustakaan tiba-tiba seperti terdorong melangkah ke rak tertentu, dan tiba-tiba ada suatu sampul buku yang seolah meloncat-loncat dan mengundang Anda untuk dibaca. Dan bum…! Buku itu berisi topik yang sedang Anda cari-cari.

Pernahkan Anda merasa selalu beruntung karena setiap menginginkan suatu proyek/ bisnis, selalu saja ada proyek yang datang, padahal Anda tidak pernah dengan sengaja mengejarnya atau memintanya.

 

Pernahkah Anda sedang menginginkan melakukan sesuatu, (misal ingin menuliskan buku), tiba-tiba ada orang yang mengenalkan Anda ke penerbit, bertemu di suatu acara dan berkenalan dengan seorang editor atau orang yang mengajak menulis bersama, dan ada seorang sekretaris yang menawarkan diri bekerja untuk Anda dalam membantu menuliskan buku itu. Semua terjadi seolah kebetulan dan Anda tidak dengan sengaja mengejarnya dan seterusnya.

Pernahkah Anda mengalami rasa yakin yang luar biasa akan mendapatkan tempat parkir di suatu tempat tertentu pada saat tertentu di mall atau di kantor Anda. Dan kemudian betul, saat Anda tiba di tempat itu, Anda mendapatkan tempat parkir di lokasi persis yang Anda inginkan sebelumnya.

Pernahkah Anda ingin sekali berbicara di suatu forum / acara, kemudian Anda membicarakan dengan istri Anda mengenai keinginan itu dan sempat membayangkan beberapa kali. Tiba-tiba saat Anda hadir di acara itu, seseorang yang belum pernah Anda kenal sebelumnya memanggil Anda ke depan dan meminta Anda berbicara mengenai topik yang Anda maksudkan itu?

Pernahkah Anda menginginkan menikah umur tertentu misal pada umur 30 tahun, dengan seorang jodoh yang memiliki karakteristik fisik tertentu, misal berkulit putih dan tidak gendut (maaf, bukan bermaksud SARA, hanya contoh biar mudah membayangkan maksudnya 🙂 ). Beberapa kali setelah dewasa, bahkan Anda sudah melupakan hal itu, kemudian anehnya semua usaha pernikahan sebelum umur itu dan dengan orang yang berkarakteristik berbeda menjadi gagal. Lucunya pas umur 30 tahun Anda menikah dengan orang yang berkarakteristik seperti itu.

Pernahkah Anda menginginkan suatu barang sedemikian pingin-nya, bukan untuk Anda sendiri, namun untuk anak bayi Anda. Dan pada saat Anda setelah melahirkan, pulang kerumah, ternyata barang-barang itu sudah ada di rumah Anda. Beberapa diberi orang dan beberapa dipinjamin orang, persis seperti yang Anda inginkan.

Pernahkah Anda pada suatu ketika tiba-tiba tanpa alasan yang jelas ingin sekali pergi ke suatu tempat tertentu, bahkan Anda sebelumnya tidak pernah secara khusus berada di tempat itu. Dan saat Anda ikuti keinginan itu, ternyata di situ Anda menjumpai suatu kejadian yang Anda memang ingin buktikan bahwa hal itu memang terjadi. Misal Anda menemukan bahwa ada seseorang sedang mencurangi di belakang Anda.

Pernahkah Anda menuliskan 100 impian/ harapan secara tertulis. Bahkan Anda tidak tahu bagaimana itu akan terwujud, Anda cuma yakin saja bakal terjadi, Anda cuma berkhayal saja betapa indahnya jika kesampaian. Dan beberapa tahun kemudian, saat Anda meninjau kembali ternyata beberapa impian itu sudah terjadi, dan beberapa terus menerus menyusul terjadi.

Pernahkah Anda sedang menulis SMS/ WA ingin mengundurkan suatu jadual pertemuan dengan seseorang, namun tepat sebelum SMS / WA itu Anda kirimkan tiba-tiba orang itu mengirim SMS / WA atau menelepon Anda meminta jadualnya diundur seperti keinginan Anda?

Atau sebaliknya, Anda sedang menelepon orang, atau sedang memberi sesuatu kepada seseorang, atau mendatangi rumah/kantor seseorang, dan lain-lain. Tiba-tiba orang itu mengatakan… “Ya ampun, aduh… saya baru saja membatin / membayangkan hal itu…, kok bisa?
 
bekerja dengan hati dan pikiran positif
Silakan Klik Gambar untuk penjelasan lebih lengkap!

Pikiran yang terhubung, bekerja menurut kaidah sifat gelombang yang mengenal interferensi gelombang, dan interferensi gelombang bisa terjadi jika 2 gelombang memiliki frekuensi dan panjang gelombang yang sama (hukum Fisika tentang gelombang).

Pikiran manusia terhubung satu sama lain… dan dalam kondisi tertentu bisa saling berkomunikasi, atau yang disebut ‘telepati’.
Tetapi fungsi ini telah tergantikan oleh alat teknologi (HP dengan aneka variannya yang canggih). Dan kita pun merasa tidak perlu “berkomunikasi dengan pikiran” (telepati) seperti orang jaman dulu.

Namun fenomena telepati ini dapat dijelaskan dengan ilmu pikiran ini, dan fenomena ini masih ada serta dapat kita manfaatkan untuk kebutuhan kita.

Misalnya untuk mempermudah dan memperlancar urusan dengan orang lain.

Dahului dengan komunikasi pikiran (telepati) yakni mengirim pesan ke pikiran orang lain, bukan ke telinga mereka…

Kapan-kapan saja saya bahas ini.

 

Kembali ke laptop ya…. 😀

Tentang pikiran dan gelombang pikiran tadi. Penggunaan gelombang pikiran dan hati, tetap diperlukan, yakni untuk menyelaraskan diri dengan alam semesta dalam rangka membangkitkan kesadaran diri yang terdalam: penyembuhan dan pemberdayaan diri.

Ketika sifat pikiran yang terhubung satu sama lain dan juga dengan alam semesta, maka jangan macam-macam dengan pikiran anda.

Pikiran akan menarik unsur yang sama dari alam semesta.

Kalau kita terbiasa berpikiran negatif, maka kita secara tak sengaja atau tak sadar telah juga menarik hal-hal yang sama dengan pikiran kita yakni hal yang negatif pula!

Perhatikan terhubungnya PIKIRAN dan HATI antar manusia dan dengan alam semesta dalam video ini:

Awas, “pikiranmu, harimaumu”.

 

Jika anda mengalami kejadian seperti gambaran di atas, harap berhati-hati dalam memahaminya.

 

Kejadian-kejadian pikiran terhubung dengan orang lain sebagai “hasil kerja” pikiran sesuai dengan mekanisme kerjanya, dalam penjelasan di atas, lazim terjadi secara “tak disengaja”, tiba-tiba, tanpa disadari atau di luar kesadaran atau di luar kesengajaan.

 

Perhatikan kata-kata yang tercetak tebal di atas!

 

Sebagian orang menyama-ratakan kasus yang dialaminya. Asalkan kepikiran sama seseorang, dianggapnya pikirannya telah nyambung sama “dia yang selalu dipikirinya”. Nah, jika yang kepikiran adalah anda sendiri, bahkan mungkin agak berlebih gitu, mikiri “dia” terus.

 

“Kenapa ya, saya kok selalu teringat dia terus”,

“Kenapa dia muncul terus dalam pikiranku”

Dan sejenis ungkapan seperti ini.

Ketika hal seperti ini yang terjadi pada diri anda, lantas anda menyangka bahkan meyakini, bahwa “dia” juga mikirin anda?

Kalau ini mah, anda sendiri yang kepikiran (sepihak), anda sendiri yang bermain-main dengan pikiran sendiri. Belum tentu “dia” mikirin anda juga. 😀

 

Kenapa? Yang terjadi pada diri anda adalah “sedang sengaja, bahkan sering, mikir tentang dia”. Nah, ini bedanya!

Jika tak disengaja, tiba-tiba muncul pikiran tentang sesuatu (misalnya “dia”), kadang dalam mimpi, ini adalah fenomena “pikiran terhubung dengan orang lain”.

Jika kejadiannya adalah anda sengaja mikirin dia terus menerus, ya itu mah kerjaan anda doang… belum tentu dia juga mikirin.. 😀 Betul?? 😀

Artinya, pikiran kalian tidak terhubung! Sampai di sini jelas?  Jangan sampai salah yaaa… hehe… 😀

 

Jika ini terjadi pada diri anda, segeralah anda membersihkan pikiran anda!

Menenangkan pikiran anda.

Menetralkan pikiran anda.

Supaya tidak terganggu oleh ulah pikiran yang anda ciptakan sendiri!

Supaya apa? Supaya tetap memiliki pikiran positif, pikiran produktif.

So, supaya bisa tetap memelihara pikiran positif, atau jika pikiran terlanjur terisi dengan hal-hal negatif, maka “sampah” dalam diri kita atau disebut “sampah mental” harus dibersihkan.

Jika pikiran bersih, hati jernih dan tenang, pikiran dan hati akan terbimbing kepada hal-hal yang positif.

Nah, suatu saat, dalam pikiran dan hati yang tenang dan jernih, tanpa intervensi anda sendiri, tanpa kesengajaan memikirkan seseorang, tiba-tiba anda kepikir seseorang, maka bolehlah dipercaya sedang terjadi fenomena pikiran terhubung dengan orang lain.

Saat inilah Anda telah mampu “mengendalikan pikiran sendiri”.

Pengendalian pikiran ini sangat bermanfaat. Hal-hal yang tadinya terjadi secara tidak sengaja, secara tiba-tiba, dengan pengendalian pikiran yang cukup, hal-hal tersebut dapat kita “kendalikan”.

Hal-hal yang “tidak disengaja” akan muncul sebagai “bisa kok dengan disengaja”. Kejadiannya akan sama dengan keadaan “tidak disengaja” sebagaimana contoh di atas.

 

Tapi hati-hati juga: benarkah tanpa disengaja? Jangan-jangan jauh-jauh hari anda telah “merencanakan dengan tanpa anda sadari”? Lhoh… kok jadi ribet ya… hehe.. 🙂
Bukan ribet, tapi memang hal seperti ini harus dijelaskan dengan lengkap dan hati-hati agar tak terjadi salah paham atau salah arti.

Karena fenomena “pikiran terhubung dengan orang lain” memerlukan “syarat dan ketentuan berlaku” atau dalam kondisi tertentu.
Karenanya, penjelasannya pun akan menjadi panjang. Tulisan ini saja sebenarnya tidak cukup. Tetapi bolehlah sebagai pengantar ya… 😀

Sebenarnya, kita bisa melakukan penghubungan pikiran dengan orang lain, jika “syarat dan ketentuan berlaku” atau kondisi tertentu terpenuhi.

Insya Allah, akan saya tulis tersendiri aja biar tidak campur-campur. Semoga saya bisa menuliskannya dalam tempo yang tidak terlalu lama, mengingat konten seperti ini memerlukan kehati-hatian untuk menyampaikannya.

Demikian juga untuk memahami dan mempelajarinya, memerlukan beberapa tahap pemahaman. Namun, sebagai gambaran awal, atau sebagai pengantar ke pemahaman ilmu ini, akan saya tulis “Fenomena Telepati di Era Modern dan Bagaimana Menggunakannya untuk Keperluan Bisnis, Karir, Mencari Pekerjaan dan Jodoh”.

Okay, sampai ketemu yaa…. 🙂

 

Silakan baca tulisan saya:

Cara Berpikir Positif

Bahaya-nya Jika Salah Mendefinisikan Diri dan Situasi

Bekerja Dengan Hati dan Pikiran Positif

Baca juga:

Pada Awalnya Semua Orang Adalah Indigo

Menemukan Miracle (Keajaiban) Dalam Diri Sendiri

Satu pemikiran pada “Pikiran Terhubung Dengan Orang Lain?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s