Iklan

Mental Block dan Cara Menghilangkannya


Mental block, adalah hambatan secara mental / psikologis yang menyelubungi pikiran seseorang. Ia dapat muncul dari kekeliruan pengalaman hidup / pergaulan, sisa traumatik masa lalu, sisa luka batin, sisa pengalaman yang tidak mengenakkan ketika kecil maupun karena “kekeliruan” atau kekurangtepatan cara pandang / anggapan terhadap sesuatu bahkan akibat cara belajar/ pendidikan yang tidak tepat. Kemunculannya bisa berbentuk kecanggungan bertindak, kesulitan berbicara (apalagi di depan umum), kesulitan mengaktualisasikan diri (walaupun sebenarnya memiliki berbagai kelebihan, misalnya kecerdasan/ kemampuan lain), kadang juga muncul dalam bentuk sindrom “inferior complex” / sindrom rendah diri, sulit sukses, dsb berbagai hambatan dalam hidup. Namun tidak semua yang disebut orang sebagai “hambatan dalam hidup” itu disebabkan oleh mental blocks. Kalau yang ini boleh jadi karena sebab lain.

Okay kembali ke mental block tadi… Jadi ya… Gampangnya, mental block adalah kondisi ketika status mental sedang ter-block, tertahan, terhambat.

Contoh gampangnya gini… Pernah ngelihat sirkus kan.. Nah, coba kita amati tuh binatang buas di sirkus seperti harimau atau binatang gede semacam gajah… Gajah kan punya kekuatan besar dan bisa aja meloloskan diri dari seutas tali kecil yang ditambat ke tiang pancang. Dengan sekali tarik pasti deh lepas.. Tapi kenyataannya kan enggak… Itu karena si gajah diajari untuk tidak bisa lepas dari tiang pancang itu.. Alhasil sang gajah pun “percaya” dan menganggap dirinya tidak cukup kuat untuk meloloskan diri… Demikian pula dengan sang Raja Hutan yang menjadi “loyo”…. Pikiran mereka terlanjur “diprogram” untuk melakukan apa-apa yang diinginkan oleh pemilik sirkus! Itulah gambaran sederhana mental block. Mental block menghalangi pikiran sadar seseorang dari tindakan positif yang memberdayakan. Dengan apa dan bagaimana mental block ini terbangun? Dengan edukasi secara simultan. Kata-kata dan tindakan yang dilakukan secara terus menerus akan masuk dan menancap di bawah sadar dan “memprogram” pikiran bawah sadar. Jika yang masuk adalah kata-kata dan tindakan yang negatif, maka jadilah “program negatif”.

Jadi, mental block terbangun oleh adanya program negatif yang dengan sengaja atau tidak, tertancap di bawah sadar seseorang!

Apa itu “program negatif”?

Berkerabat dengan “mental block”, “program negatif” muncul mengiringi kehidupan kita sehari-hari, yakni ketika pikiran kita berhubungan dengan berbagai informasi yang tidak semuanya memberdayakan! Waspadalah!!! Dalam istilah hipnoterapi, pikiran kita diprogram oleh keadaan dan situasi kehidupan di sekitar kita, diprogram oleh televisi, sinetron, dsb…. Kadang diprogram oleh anggapan kita sendiri yang kadang bertentangan dengan produktivitas. Misalnya, kita pernah menganggap bahwa sukses itu hanya milik orang-orang yang berduit banyak, dsb… Jika pikiran kita meyakini hal itu, maka benar jugalah, terjadilah…. kita sulit sukses karena pikiran kita telah menolaknya! Jadilah “mental block”.

Hal yang sama, terjadi di rumah-rumah, ketika orangtua yang sedang marah, mengata-ngatai anaknya dengan ucapan kasar dan “menghukum”/ memvonis, misalnya…”kamu memang anak goblok kok, masak gini aja gak bisa…”, dsb….. Atau, ada lagi variasi lain. Ketika mendapati anaknya yang terlalu akti, sehingga disebut “nakal” (maklum anak-anak, kan gitu biasanya.. ntar kalo dieeem aja, ntar malah jadi patung lhoh…. hehe…), sang ibu ngomel-ngomel di deopan anaknya pula: “…duh… bandelnya kamu… kayak anak setan…”… Waduh ini pula…. Emang seneng kalo anaknya jadi anak setan.. hehehe…. 🙂

Di sekolah, sering pula kita temui guru yang seenaknya berucap sembrono (serampangan) kepada murid-muridnya. Kata-kata itu mempengaruhi pikiran anak dan lambat laun berubah menjadi program negatif yang terbawa hingga anak tersebut dewasa kelak!

Itulah beberapa “ketidaksengajaan” atau “kekhilafan” yang berujung FATAL!

Dalam bahasa masyarakat umum (masyarakat Jawa)  disebut “mandi pangucape” (manjur kata-katanya).

Dalam terminologi hipnoterapi, kata-kata tersebut masuk ke alam bawah sadar si anak dan langsung memprogram pikiran sadarnya! Ingat: kekuatan alam pikiran bawah sadar = 88% ! Cukup kuat untuk memerintah pikiran sadar (yang cuma 12%!) yang selanjutnya, pikiran sadar memerintah organ-organ tubuh (fisik)!  Bayangkan dan rasakan akibat kelalaian kecil tadi ! Demikian juga, bila seseorang terbiasa menerima kata-kata negatif yang merendahkan (bahkan mungkin dialami sejak pada masa kanak-kanak) baik oleh orang-orang di lingkungan rumah, sekolah, di lingkungan permainan bersama teman-temannya, dsb. Atau, seseorang yang ketika kecil sering ditakut-takuti, akan tumbuh menjadi pribadi yang canggung, rendah diri, penakut, dsb… Kalau dah gini nih…. bahaya…. Pengalaman pahit tersebut (kadang berupa trauma), dapat berubah menjadi selaput penghalang (blocks) secara mental, yang disebut mental block.

Sebenarnya masih sangat banyak kejadian di sekitar kita yang dapat menjelma menjadi mental blocks, penghalang pemikiran produktivitas kita, penghalang sukses kita.

Baca: Mental Blocks Membuat Karir Stagnan

 

Setiap orang pasti memiliki pengalaman pahit, luka batin, trauma, program pikiran yang salah (menjelma menjadi mental blocks), dsb. Yupz… Mental Blocks ini bisa menjangkiti siapa saja. Walaupun efeknya sangat mengganggu dan disadari oleh  “pengidapnya”, tetapi tidak dapat dijelaskan mengapa terjadi.

Berita buruknya, ketidaknyamanan mental akibat mental block ini membelenggu seseorang, memasung kreativitas sehingga menghalangi kesuksesan seseorang/ anak. Mereka yang berkarya di bidang pendidikan, bisnis, produksi, jasa, dsb wajib mewaspadai mental block ini.

Berita baiknya, mental blocks & program negatif ini dapat dikikis dan dihilangkan!

 

cara menghilangkan mental block

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan mental blocks. Karena mental blocks bersemayam dalam pikiran bawah sadar, maka cara mengikisnya juga masuk ke arena bawah sadar tersebut. Itu pertama. Yang kedua, mental blocks berawal dari pengalaman masa lalu atau juga oleh kata-kata yang “salah”. Maka cara harus pula dilawan, dinegasikan dengan ‘kata-kata yang mengedukasi kata-kata yang salah’ tadi. Nah, kedua unsur ini (bawah sadar dan kata-kata), diaplikasikan secara praktis dengan cara:

membuat affirmasi positif dan diulang-ulang untuk melawan mental block

Contoh:

Jika kita merasa (ingat, merasa) bahwa kita tidak bisa mengerjakan sesuatu hal padahal secara sadar kita yakin bisa melakukannya, maka apa yang harus dilakukan?

Pertama, men-setting kata-kata untuk ‘menghajar’ keyakinan yang salah tadi itu, dengan merumuskan masalah yang membuat mental block. Dalam contoh di atas, misalnya merasa tidak bisa main catur. Tanyakan dulu pada diri sendiri, benarkah tidak bisa? (tulis jawabannya) mengapa tidak bisa? (tulis jawabannya sebanyak mungkin). Dari jawaban ‘mengapa’, pilihlah satu jawaban yang paling dekat dengan kemampuan bahwa sebenarnya anda bisa melakukan. Kemudian jawaban ini, ubahlah menjadi ‘kata-kata positif’. Nah, ‘kata-kata positif’ inilah yang digunakan untuk ‘menghajar’ mental blocks, yakni dengan langkah kedua berikut.

Kedua, ucapkan dalam hati kuat-kuat, kata-kata positif yang melawan mental block tadi, sesering mungkin. Lakukan berulang-ulang, di depan cermin sambil melihat ekspresi wajah anda. Lakukan sambil loncat-loncat. “Ritual” ini lakukan tiap akan tidur malam dan bangun tidur di pagi hari. Jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dan sering, cara ini bisa memasuki pikiran bawah sadar.

 Kunci: niat yang kuat.

Baca: Memperkuat dan Mengenergi Niat

Cara ini mungkin tidak bisa menghilangkan keseluruhan mental block (tergantung kondisi masing-masing subjek), namun membantu mengurangi, sehingga perasaan menjadi lebih nyaman.

Baca juga:

Membuka Mental Block

Okay… semoga membantu.

 

Iklan

About MiracleWays™

I am a lecturer on Department of Political Science, Faculty of Social and Political Sciences, Brawijaya University (Indonesia), a researcher, writer, trainer, subconscious mind educator certified hypnotherapist and subtle-energy meditation practitioner. Founder of MiracleWays™ and PanduanHati.

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: